Jakarta (ANTARA) - Pabrikan otomotif asal Jerman, Porshce tengah menghadapi tantangan besar setelah margin keuntungan perusahaan merosot tajam menjadi hanya 1,1 persen pada tahun lalu.
Laporan CarsCoop pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa Porsche tengah mendorong untuk menyiapkan strategi baru hingga 2035, guna mengembalikan profitabilitas dan memperkuat daya saing di tengah ketatnya persaingan industri otomotif global.
CEO Porsche, Michael Leiters, dalam rapat umum tahunan perusahaan pekan ini mengungkapkan bahwa penurunan kinerja tersebut menjadi alasan utama lahirnya “Strategy 2035”.
Baca juga: Porsche tak berniat membuat 911 versi EV penuh
Program tersebut, disusun oleh Porsche untuk meningkatkan efisiensi perusahaan sekaligus mengurangi kompleksitas produk yang selama ini dinilai terlalu besar.
Leiters, yang mulai menjabat pada 1 Januari 2026, mengatakan bahwa Porsche akan berfokus pada tiga aspek utama, yakni memperkuat merek dan hubungan dengan pelanggan, menyederhanakan produk dan teknologi, serta meningkatkan efisiensi operasional.
Di tengah melemahnya profitabilitas, Porsche menegaskan tidak akan mengejar peningkatan volume penjualan secara agresif.
Baca juga: Porsche rayakan ulang tahun ke-75 dengan edisi khusus Australia
Sebaliknya, perusahaan memilih mempertahankan citra eksklusif dan fokus pada segmen mobil sport premium yang selama ini menjadi identitas merek tersebut.
Pada sisi produk, Porsche akan memangkas sejumlah varian model. Langkah ini sudah dimulai dengan penghentian dua varian wagon Taycan di Amerika Serikat.
Meski mempercepat elektrifikasi, perusahaan tetap mempertahankan mesin pembakaran internal dan teknologi hibrida yang mereka miliki saat ini.
Baca juga: Porsche akan perkenalkan Cayenne listrik bertenaga 1.156 hp
Model legendaris Porsche 911 dipastikan tidak akan beralih menjadi mobil listrik murni. Porsche justru akan mengembangkan sistem hibrida performa tinggi sebagai upaya mempertahankan karakter khas kendaraan tersebut.
Selain itu, perusahaan juga berencana memperluas penggunaan platform bersama dengan Volkswagen Group dan menjalankan langkah efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja serta penghematan biaya operasional.
Ketua Dewan Pengawas Porsche, Wolfgang Porsche, mengakui langkah-langkah tersebut tidak akan mudah.
Namun, menurutnya, kebijakan itu diperlukan agar Porsche dapat kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat setelah laba perusahaan tertekan hingga mencapai level terendah dalam beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Penjualan Porsche menurun 26 persen di tahun 2025
Baca juga: Proyek baru Porsche mengubah sampah menjadi material premium
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026


















































