Banjarmasin (ANTARA) - Dengan mata berkaca-kaca, Yennie Rosyanto Yudha tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Tangisnya pecah saat menyaksikan kebahagiaan yang terpancar dari wajah Aqila Rizkya (12) dan sang kakak, Humaira Ramadhania (16).
Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Selatan itu baru saja menyerahkan kacamata minus sebagai alat bantu penglihatan kepada kedua kakak beradik tersebut.
Selama dua tahun terakhir, Aqila dan Humaira mengalami rabun jauh dengan tingkat minus di atas 5,00 atau termasuk kategori minus tinggi.
Kondisi itu membuat penglihatan mereka kabur dan mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk proses belajar di sekolah.
Aqila saat ini duduk di kelas V SDN Pangeran 3 Banjarmasin, sementara Humaira menempuh pendidikan di kelas XI SMAN 11 Banjarmasin.
Sang ayah, Niagara, mengaku tidak mampu membelikan kacamata karena harganya berada di luar jangkauan kondisi ekonomi keluarga yang serba pas-pasan.
Tinggal di sebuah rumah sederhana di Jalan Agatis III, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, dengan pekerjaan yang tidak tetap, Niagara hanya bisa pasrah menghadapi kondisi gangguan penglihatan yang dialami kedua putrinya.
Hingga akhirnya bantuan itu datang dari Polda Kalimantan Selatan yang membelikan masing-masing anaknya kacamata minus berkualitas terbaik senilai Rp6 juta.
Tak hanya itu, Polda Kalsel juga memesan lensa khusus langsung dari Thailand karena Aqila dan Humaira mengalami gangguan penglihatan yang cukup berat.
Niagara tak mampu lagi berkata-kata. Ia hanya mengucap syukur atas bantuan yang diterima dan berharap Allah SWT membalas segala kebaikan Kapolda Kalsel beserta seluruh jajarannya.
Wali Kelas V SDN Pangeran 3 Banjarmasin, Norjenah Hayati, mengatakan Aqila merupakan anak yang cerdas dan memiliki semangat belajar yang tinggi.
Bahkan di tengah keterbatasan penglihatannya akibat rabun jauh, Aqila tetap mampu fokus mengikuti kegiatan belajar di kelas.
"Saya kadang kasihan, maka Aqila saya tempatkan duduk di bagian depan agar lebih dekat dengan papan tulis," ungkapnya.
Kepala SDN Pangeran 3 Banjarmasin, Ahmad Syadzali, turut mengapresiasi langkah Polda Kalsel yang memberikan bantuan kacamata gratis kepada sejumlah murid di sekolahnya.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat bermanfaat dan tepat sasaran bagi para siswa yang membutuhkan.
Kacamata minus itu bukan sekadar alat bantu penglihatan, melainkan juga penyambung harapan bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.
Baca juga: Polri beri layanan kesehatan bagi buruh lewat Kartu Bhayangkara
Baca juga: Pusdokkes Polri bakti kesehatan pascabanjir Kalsel
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































