Jakarta (ANTARA) - Tim para atletik Indonesia menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih gelar juara umum pada ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tunisia pada 12-20 Juni 2026.
Kontingen Merah Putih mengumpulkan 15 medali emas, 7 medali perak, dan 7 medali perunggu sekaligus berbagi posisi puncak klasemen dengan Ukraina yang mencatatkan perolehan medali identik.
Koordinator Tim Pelatih Para Atletik Indonesia, Purwo Adi Sanyoto mengatakan hasil di Tunisia menjadi modal penting dalam upaya mengamankan tiket menuju Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
Menurutnya, persaingan antarnegara, khususnya dari kawasan Asia, berlangsung sangat ketat karena seluruh peserta memburu poin kualifikasi.
"Persaingan di antara peserta dari negara, terutama Asia sangat luar biasa. Tentu saja semua negara Asia ikut berpartisipasi di Tunisia karena ingin mencari poin yang digunakan sebagai kualifikasi menuju Asian Para Games 2026," kata Purwo dalam pernyataannya melalui NPC Indonesia yang diterima Selasa (23/6).
Baca juga: Pemerintah kembangkan fasilitas pelatihan atlet paralimpiade
Indonesia dan Ukraina sama-sama mengoleksi 15 emas, 7 perak, dan 7 perunggu untuk berbagi gelar juara umum. Sementara itu, tuan rumah Tunisia berada di peringkat ketiga dengan raihan 10 emas, 6 perak, dan 9 perunggu.
Uzbekistan menyusul di posisi keempat dengan 8 emas, 11 perak, dan 10 perunggu, sedangkan Rusia menempati peringkat kelima dengan 7 emas, 7 perak, dan 5 perunggu.
Salah satu penyumbang medali emas terbanyak bagi Indonesia adalah Saptoyogo Purnomo. Atlet andalan Merah Putih tersebut meraih tiga medali emas dari nomor 100 meter putra klasifikasi T37, 200 meter putra T37-T38, serta estafet universal 4x100 meter.
Prestasi serupa juga ditorehkan Nanda Mei Sholihah yang sukses meraih tiga medali emas dari nomor 100 meter putri T46-47, 200 meter putri T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.
Sementara itu, Karisma Evi Tiarani turut menyumbangkan dua medali emas melalui nomor 100 meter putri T36/42/44 dan lompat jauh putri T42, T44, T46, dan T47.
Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 29 medali dari Tunisia. Purwo menegaskan setiap poin yang diperoleh dalam ajang resmi kalender World Para Athletics sangat menentukan peluang atlet untuk lolos ke Asian Para Games 2026.
Baca juga: Para atletik sumbang empat medali emas pada hari terakhir APG 2025
Meski demikian, dia menjelaskan hingga saat ini belum ada atlet Indonesia yang dipastikan lolos ke pesta olahraga disabilitas terbesar di Asia tersebut. Perhitungan poin kualifikasi masih berlangsung hingga 31 Juli 2026.
"Tim pelatih menargetkan sebanyak mungkin atlet untuk bisa memperkuat Indonesia di Asian Para Games 2026. Kita masih akan mengikuti kualifikasi atau pengumpulan poin lewat kejuaraan di Meksiko pada akhir Juli mendatang," ujarnya.
Salah satu peraih medali emas Indonesia, Alfin Nomleni, mengaku bangga atas keberhasilan menjadi juara pada nomor 400 meter putra klasifikasi T20.
Atlet asal Nusa Tenggara Timur itu mengatakan kondisi cuaca yang mendukung di Tunisia membantunya tampil maksimal.
"Cuaca di sana cukup bagus, tidak ada masalah. Tetapi awalnya saya sempat ragu karena postur badan saya pendek, sedangkan lawannya tinggi-tinggi. Namun dengan rasa percaya, saya bisa melewati itu," kata Alfin.
Baca juga: Sebanyak 200 peserta dilatih jadi penggerak olahraga disabilitas
Meski meraih emas dengan catatan waktu 48,82 detik, Alfin masih berambisi meningkatkan performanya demi mengamankan tiket ke Asian Para Games 2026 dan mewujudkan impian tampil di Paralimpiade.
"Harus lebih baik lagi karena saya ingin lolos ke Asia dan impian saya bisa lolos ke Paralimpiade," ujarnya.
Setelah tampil di Tunisia, para atlet para atletik Indonesia akan kembali menjalani pemusatan latihan di Solo sebelum bertolak ke Meksiko pada akhir Juli untuk mengikuti kejuaraan internasional berikutnya.
Ajang tersebut menjadi kesempatan terakhir mengumpulkan poin menuju Asian Para Games 2026 yang akan berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18-24 Oktober 2026.
Pewarta: Hendri Sukma Indrawan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































