Omset UMKM di IKN meningkat selama libur Lebaran

1 month ago 21
Awalnya omset sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omset meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari,

Nusantara (ANTARA) - Omset usaha pelaku kecil dan menengah (UMKM) di Ibu Kota Nusantara (IKN) mengalami peningkatan drastis hingga belasan dan puluhan juta per hari selama libur Idul Fitri 2026, berkat tingginya pengunjung hingga ribuan orang per hari.

"Kunjungan masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan IKN tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan ekonomi bagi pelaku UMKM," ujar Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw di Nusantara, Sabtu.

Ia menyebut bahwa ramainya tingkat kunjungan wisatawan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dan di sekitar IKN, terbukti mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat setempat, baik bagi pelaku usaha, tenaga kerja, dan subsektor turunannya.

Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami peningkatan omset selama periode libur lebaran. Nita misalnya, pelaku usaha di Café Sepaku Empat ini mengaku aktivitas penjualan meningkat signifikan pada hari-hari awal Lebaran.

Baca juga: 143.126 orang padati IKN seiring lengkapnya fasilitas

"Awalnya omset sekitar Rp1,8 juta per hari. Namun, selama Lebaran hari pertama hingga ketiga, omset meningkat signifikan menjadi sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per hari," ujar Nita.

Ia mengatakan bahwa jenis makanan tradisional ala Jepang seperti mochi, menjadi produk yang paling laris. Meski proses pembuatannya cukup lama, namun penjualannya sangat cepat, terutama diminati oleh anak-anak dan remaja.

Sementara Wahyu, penjual dawet ayu “Bang Brewok” yang menempati gerai di area Plaza Seremoni juga mencatat peningkatan penjualan dagangannya, yakni dengan omset antara Rp10 juta sampai Rp12 juta per hari.

Kemudian Dina, pelaku UMKM suvenir Nusantara, menyebutkan bahwa omset yang pihaknya peroleh meningkat hingga dua kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama dari penjualan baju Nusantara.

Baca juga: Turis mancanegara berkeinginan tinggal di IKN

Di sektor kuliner modern, Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto, mengatakan bahwa omset meningkat saat libur Lebaran dan adanya kegiatan di kawasan IKN.

"Misalnya, saat libur seperti ini atau ketika ada kegiatan tertentu, omset kami bisa tembus antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Tapi jika tidak ada momen libur atau tidak ada kegiatan di IKN, rata-rata di kisaran Rp2 juta atau Rp3 juta per hari," ujar Ichi.

Sri Mus Mulyawati, dari D’sweet Nusantara, menyampaikan bahwa dari beragam produk yang disiapkan, bakwan malang merupakan menu favorit yang menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

"Rasa bakwan ini bikin kangen pengunjung. Itu testimoni pengunjung sendiri yang disampaikan ke saya. Katanya kalau ke IKN, itu ingatnya Bakwan Malang D’sweet Nusantara," ujarnya.

Baca juga: Pengunjung IKN mencapai 62.500 orang pada H+2 Idul Fitri

Ia mengatakan bahwa selama libur Lebaran, omset bisa mencapai Rp10 sampai Rp20 juta per hari. Banyak pengunjung yang sudah pernah merasakan bakwan tersebut kemudian datang lagi karena mengingat menu dan rasa yang khas.

"Akses menuju kawasan IKN menjadi faktor penting dalam peningkatan jumlah kunjungan. Pembukaan akses jalan selama periode libur menjadi pengaruh besar terhadap tingginya arus pengunjung," tutur Mulyawati.

Baca juga: OIKN siagakan 25 pramuwisata selama libur Lebaran

Pewarta: M.Ghofar
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |