Menteri LH: Pembeli minyak sawit wajib turut jaga lahan dari kebakaran

1 hour ago 1

Pelalawan, Riau (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menekankan perusahaan besar pembeli akhir (end buyers) minyak sawit memiliki kewajiban turut menjaga lahan dari kebakaran.

"Yang saya undang dengan sangat serius adalah end buyers crude palm oil (CPO) atau minyak sawit, agar punya tanggung jawab sosial ya, sehingga memastikan CPO yang diproduksi oleh tanah dan masyarakat di sini yang mereka gunakan untuk industri bernilai tambah tinggi sekali, dipastikan mereka di sini semua bahagia, selamat dan tidak ada kebakaran," katanya di Desa Mendol, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis.

Ia menegaskan, korporasi pemilik konsesi lahan memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga lahan di area sekitarnya agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Saya juga berkoordinasi dengan teman-teman dari korporasi pemilik konsesi. Mereka punya kewajiban atau tanggung jawab moral untuk memastikan lahan sekian kilometer bahkan di luar konsesi itu harus terjaga dengan baik tidak kebakaran, tapi mereka produsen, harus ada tanggung jawab sosial dari end buyers, pembeli akhir dari produk CPO," ucap Jumhur.

Baca juga: Menteri LH bangun sekat kanal di Kuala Kampar untuk mitigasi karhutla

Ia mengemukakan, end buyers produk CPO sebagian besar merupakan perusahaan-perusahaan raksasa dan multinasional yang perlu terus menjalin komunikasi dengan warga sekitar untuk terus menjaga lingkungan.

"Silakan kalian bersatu, berdiskusi ya (dengan masyarakat) karena kalian mendapatkan value added atau keuntungan yang tinggi dari produksi pabrikasi yang dilakukan dari sumber CPO. Silakan berpikir secara moral bagaimana membantu masyarakat di sini," katanya.

Sebagai upaya mitigasi karhutla, Menteri LH turut membangun sekat kanal di Kecamatan Kuala Kampar untuk membantu warga yang tinggal di sekitar kebun agar turut menjaga lahannya dari karhutla.

"Kalau bicara Indonesia, kita perlu membangun sekat kanal supaya kebakaran bisa direduksi mendekati nol, dibutuhkan membangun sekat kanal sebanyak 540 ribu sekat kanal (penekanan), nah, kita baru membangun sekarang total sekitar 50 ribu-lah, jadi masih baru 10 persen," paparnya.

Jumhur menekankan, pembangunan sekat kanal menunjukkan bahwa gerakan bersama untuk menggenangi air seperti bendungan dengan membatasi debit air sehingga airnya bisa melimpah, menjadi bagian dari upaya mitigasi agar bencana karhutla bisa dikurangi.

Setelah membangun sekat kanal, KLH bersama pemerintah setempat juga akan mengoperasikan hujan buatan bersama Badan Nasional Pembangunan Bencana (BNPB) untuk membasahi lahan gambut.

"Jadi BNPB, kami sudah berkoordinasi intensif dengan Kepala BNPB bahwa setelah sekat-sekat kanal ini dibangun dengan baik ya, dibendung dengan baik, maka dicari waktu yang tepat kemudian diadakan hujan sehingga airnya tertampung," tuturnya.

Baca juga: Menhut tegaskan tak ada lagi pembukaan lahan dengan metode pembakaran

Baca juga: Menteri LH Serukan Tobat Ekologis untuk Selamatkan Bumi, Perkuat Gerakan 2 Miliar Pohon Lewat Bambu Nusantara

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |