BNPB tegaskan koordinasi intensif tangani banjir-puting beliung Sumut

1 hour ago 1
Pendataan dan penanganan di lapangan masih terus dioptimalkan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait. Koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan hingga tingkat desa terus berjalan demi menjamin pemenuhan kebutuhan warga terdampak.

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan perlu penguatan koordinasi lintas sektor di lapangan guna mempercepat penanganan darurat bencana banjir luapan serta terjangan angin puting beliung yang melanda dua kabupaten di Provinsi Sumatra Utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, mengatakan rangkaian bencana hidrometeorologi tersebut melanda wilayah Kabupaten Asahan dan Kabupaten Deli Serdang secara simultan sejak Selasa (16/6) sore hingga malam.

"Pendataan dan penanganan di lapangan masih terus dioptimalkan oleh BPBD setempat bersama instansi terkait. Koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan hingga tingkat desa terus berjalan demi menjamin pemenuhan kebutuhan warga terdampak," kata dia.

Abdul memaparkan, untuk wilayah Kabupaten Asahan, banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang merendam permukiman di empat desa pada tiga kecamatan, dengan dampak langsung melanda sedikitnya 183 kepala keluarga (KK) atau setara 521 jiwa.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mengkonfirmasi dampak di Asahan ada sebanyak 152 unit rumah tinggal, satu tempat ibadah, dua fasilitas pendidikan, serta satu fasilitas umum tergenang luapan air dengan tinggi muka air (TMA) fluktuatif berkisar antara 30 - 70 centimeter.

Sektor pertanian juga dilaporkan terdampak signifikan akibat terendamnya 50 hektare lahan persawahan warga, namun laporan mutakhir per Rabu (17/6) menunjukkan indikasi genangan banjir di sejumlah titik mulai berangsur surut.

Sementara itu, pada hari yang sama, terjangan angin puting beliung melanda tiga desa di wilayah Kabupaten Deli Serdang yang mengakibatkan 18 kepala keluarga terdampak serta menimbulkan kerusakan fisis pada sektor hunian masyarakat.

Asesmen dampak kerugian materiil di Deli Serdang mencatat 14 unit rumah mengalami kategori rusak ringan dan empat unit rumah rusak sedang, di mana warga setempat kini mulai bergotong royong memperbaiki kerusakan struktur atap bangunan yang terhempas angin.

"Menyusul adanya rangkaian bencana yang berpotensi terjadi akibat faktor cuaca ini, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana sesuai karakteristik wilayah masing-masing," kata Abdul.

Baca juga: BPBD: Tiga desa di Aceh Barat mulai terendam banjir luapan

Baca juga: Pusdalops Sumut: 1.500 jiwa terdampak banjir Kota Medan

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |