Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini mengatakan partisipasi Kabupaten Trenggalek dalam forum pariwisata internasional di Korea Selatan menjadi upaya memperluas promosi budaya daerah sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Ini adalah kesempatan emas bagi Trenggalek dan kawasan Mataraman untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Turonggo Yakso bukan hanya seni pertunjukan, tetapi identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat yang harus kita perkenalkan secara lebih luas," kata Novita Hardini dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Menurut Novita, promosi budaya tidak cukup berhenti sebagai pertunjukan seni semata, tetapi perlu diarahkan agar memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat di daerah.
"Budaya tidak boleh hanya menjadi tontonan. Budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan pariwisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu kami terus mendorong agar potensi-potensi daerah seperti Trenggalek mendapatkan ruang tampil di level dunia," ujarnya.
Baca juga: Anggota DPR minta Kemenpar petakan daya saing regional Indonesia
Ia menilai keikutsertaan Trenggalek dalam agenda internasional tersebut juga merupakan bagian dari diplomasi budaya Indonesia untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara kepada masyarakat global.
"Ini bukan hanya tentang Trenggalek, tetapi tentang bagaimana budaya Indonesia berdiri sejajar dengan budaya bangsa-bangsa lain di dunia. Kita ingin dunia mengenal Indonesia melalui karya, tradisi, dan kearifan lokal yang kita miliki," katanya.
Kabupaten Trenggalek dijadwalkan tampil dalam ajang pariwisata internasional yang berlangsung di Korea Selatan pada September hingga Oktober 2026. Kegiatan itu disebut akan diikuti delegasi dari lebih dari 200 negara dan menjadi salah satu forum promosi budaya serta pariwisata berskala global.
Dalam forum tersebut, Trenggalek dipercaya menjadi bagian dari delegasi budaya Indonesia dengan menampilkan kesenian khas Mataraman, antara lain Turonggo Yakso serta sejumlah unsur budaya Ponorogo. Delegasi dari Trenggalek juga dijadwalkan tampil sebagai tarian pembuka untuk memperkenalkan seni tradisi Indonesia kepada peserta dari berbagai negara.
Novita, yang membidangi urusan pariwisata dan ekonomi kreatif di Komisi VII DPR RI, berharap partisipasi tersebut dapat memperkuat posisi Trenggalek sebagai destinasi wisata budaya, membuka peluang kerja sama internasional, serta meningkatkan daya tarik wisata yang berdampak pada pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat setempat.
Baca juga: Anggota DPR soroti koordinasi tata kelola wisata nasional
Baca juga: Kemenpar dukung promosi wisata Trenggalek dengan gelar "famtrip"
Baca juga: Kemenekraf: Festival Jaranan Trenggalek berpeluang masuk KEN 2026
Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































