Menko PM cek pelayanan JKN di RSUD Cengkareng

4 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito meninjau pelayanan di RSUD Cengkareng guna memastikan transformasi layanan JKN memberikan kemudahan bagi peserta saat di rumah sakit.

"Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), seluruh peserta mendapatkan pelayanan yang baik dengan harga yang sangat terjangkau, karena aspek gotong-royong yang dijalankan BPJS Kesehatan. Prinsip ini sering kami sebut pola kerja sama raksasa, upaya yang dilakukan bersama untuk melindungi masyarakat Indonesia," kata Cak Imin di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan pemerintah telah memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam mendukung Program JKN, dengan mendorong menjadi peserta JKN aktif dan rutin membayar iuran kepesertaan tiap bulan.

Baca juga: Peserta JKN nilai layanan IGD rumah sakit berjalan cepat ‎

Ia mengatakan masyarakat miskin dan rentan tidak boleh lagi menghadapi kendala dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Untuk itu, pemerintah terus melakukan pembaruan data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), termasuk melalui mekanisme transisi kepesertaan bagi masyarakat yang mengalami perubahan kondisi ekonomi.

“Bagi masyarakat yang mampu, kami mendorong mereka untuk mendaftar sebagai peserta mandiri. Bagi masyarakat yang memenuhi kriteria akan tetap dijamin sebagai peserta PBI. Karena itu, BPJS Kesehatan diharapkan dapat melakukan sosialisasi kepada peserta, sementara Kementerian Sosial didorong melakukan perbaikan data, sehingga data penerima bantuan iuran tepat sasaran dan valid,” tegas Cak Imin.

Komitmen tersebut terbukti dari implementasi inovasi pelayanan yang memudahkan peserta JKN, mulai dari proses administrasi, akses informasi melalui Petugas BPJS SATU, hingga pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan transformasi pelayanan JKN tidak hanya diwujudkan melalui penyederhanaan proses administrasi dan pemanfaatan teknologi, tetapi juga melalui pendampingan yang memastikan peserta memperoleh informasi dan pelayanan yang dibutuhkan selama berada di rumah sakit.

“Transformasi pelayanan harus benar-benar dirasakan oleh peserta. Karena itu, kami senantiasa memperkuat kolaborasi dengan rumah sakit agar peserta dapat mengakses layanan kesehatan secara lebih mudah, mulai dari proses pendaftaran hingga memperoleh pelayanan medis,” ujar Pujo.

Baca juga: BPJS Kesehatan perkuat layanan JKN lewat Forum Serasi bersama pengawas

Baca juga: Wamenkes: Keselamatan pasien fondasi utama perluasan layanan JKN

Ia menambahkan BPJS Kesehatan juga menghadirkan Petugas BPJS SATU atau BPJS Siap Membantu di rumah sakit untuk memberikan pendampingan kepada peserta JKN.

Melalui BPJS SATU, peserta dapat memperoleh informasi mengenai hak dan kewajibannya, alur pelayanan JKN, hingga mendapatkan bantuan apabila mengalami kendala selama mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Kehadiran petugas BPJS SATU diharapkan memberikan kepastian informasi sekaligus memastikan peserta memperoleh pelayanan sesuai ketentuan Program JKN.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |