Pontianak (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat memperkuat bauran kebijakan moneter, sistem pembayaran, dan sektor keuangan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat perlambatan ekonomi dunia, tekanan inflasi, serta dinamika pasar keuangan internasional.
"Ketidakpastian global masih cukup tinggi. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia dan meningkatnya tekanan inflasi menjadi tantangan yang perlu diantisipasi karena berpengaruh terhadap arus modal, nilai tukar, hingga harga berbagai komoditas dunia," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Doni Septadijaya di Pontianak, Rabu.
Dia mengatakan kondisi global saat ini masih dibayangi perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara utama, meningkatnya inflasi global, serta tingginya volatilitas pasar keuangan yang dipengaruhi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan aliran modal global cenderung kembali ke Amerika Serikat sehingga memberi tekanan terhadap negara berkembang, termasuk Indonesia. Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar dolar AS juga masih menjadi tantangan yang perlu dijaga agar tidak mengganggu stabilitas perekonomian nasional.
Meski demikian, Doni menilai fundamental ekonomi domestik masih menunjukkan ketahanan yang baik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II diperkirakan tetap terjaga, didukung meningkatnya konsumsi masyarakat, realisasi belanja pemerintah, pembayaran gaji ke-13 aparatur sipil negara, serta penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Dari sisi inflasi, ia mengatakan kondisi masih relatif terkendali meski terdapat potensi kenaikan harga sejumlah komoditas ke depan. Stabilitas harga bahan pangan dinilai cukup terjaga sehingga memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat untuk tetap tumbuh.
BI juga mencatat perkembangan positif pada sektor ekonomi digital. Nilai transaksi pembayaran digital dan mobile banking di Indonesia terus mencatat pertumbuhan dua digit, menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
Untuk menjaga stabilitas ekonomi, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) menjadi 5,75 persen sebagai langkah preventif menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus memastikan inflasi tetap berada dalam sasaran sebesar 2,5 persen plus minus satu persen. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari bauran kebijakan moneter yang ditempuh di tengah dinamika ekonomi global.
Selain kebijakan suku bunga, BI juga memperkuat intervensi di pasar valuta asing, menjaga kecukupan likuiditas perbankan, memperluas implementasi transaksi menggunakan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT), serta memperketat pengawasan terhadap transaksi valuta asing bernilai besar guna menjaga ketahanan sektor eksternal.
Di sisi lain, Bank Indonesia tetap mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberian insentif likuiditas makroprudensial kepada perbankan, pelonggaran sejumlah instrumen makroprudensial, percepatan digitalisasi sistem pembayaran, serta penguatan pembiayaan sektor prioritas, termasuk UMKM, industri pengolahan, pangan, dan ekonomi syariah.
Doni menambahkan, di Kalimantan Barat, BI terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha melalui pengembangan digitalisasi pembayaran berbasis QRIS, peningkatan literasi keuangan, promosi investasi, hingga fasilitasi ekspor produk unggulan daerah seperti kopi Kalimantan Barat yang mulai menembus pasar internasional melalui berbagai forum dagang.
"Saya optimistis kombinasi kebijakan stabilitas dan penguatan sektor riil tersebut mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional maupun Kalimantan Barat, sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung," kata dia.
Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































