Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengatakan Indonesia harus secara serius menggarap pasar besar wisatawan muslim yang merupakan salah satu segmen pariwisata dengan pertumbuhan tercepat di dunia didukung oleh besarnya populasi Muslim global yang terus meningkat.
Dalam acara Islamic Financial Dialogue di Jakarta, Rabu, Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Masruroh mengatakan berdasarkan data dari Global Muslim Travel Index (GMTI), 71 persen populasi Muslim berusia di bawah 40 tahun atau termasuk kelompok usia produktif yang dapat menjadi penggerak utama konsumsi dan pertumbuhan ekonomi di masa depan.
“Jadi tenaga kerja, pasar, penggerak, ekonomi masa depan itu mereka, (populasi) Muslim. Kalau kita tidak garap dengan baik, pasti kita akan kehilangan pasar besar ini,” kata Masruroh.
Secara lebih spesifik, ia mengatakan wisatawan perempuan Muslim menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan jumlah sekitar 90 juta wisatawan atau hampir 48 persen dari total perjalanan wisatawan Muslim.
Angka tersebut, lanjutnya, didominasi kelompok usia muda dengan usia median sekitar 25 tahun. Mereka umumnya memiliki minat tinggi terhadap aktivitas berbelanja, menikmati budaya lokal, wisata olahraga serta mencari destinasi yang aman dan ramah Muslim.
Karakteristik itu, menurut dia, juga membentuk perilaku wisatawan Muslim yang lebih aktif, mandiri, dan melek teknologi, termasuk memanfaatkan platform digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam merencanakan perjalanan.
Jika dilihat dari sisi pengeluaran, konsumsi belanja halal secara global pada tahun 2024 sudah mencapai 2,6 triliun dolar AS, di antaranya untuk wisata ramah muslim yaitu 11,2 persen dari pengeluaran dalam halal market, ujar dia.
Masruroh mengatakan data tersebut menjadi bukti gaya hidup halal bukan lagi hanya ceruk pasar, tapi merupakan arus utama pariwisata dan ekonomi global yang etis dan berkelanjutan.
Karenanya, ia mengatakan Kementerian Pariwisata terus melakukan pedoman layanan dasar pariwisata ramah muslim di tengah keberagaman budaya dan destinasi wisata di Indonesia dengan memperkuat UMKM halal, meningkatkan ekosistem halal di industri, hotel hingga restoran dan atraksi warisan islami.
Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































