BPS sebut kunjungan wisatawan dongkrak ekonomi dan perhotelan Kalbar

3 hours ago 4

Pontianak (ANTARA) - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat pada Mei 2026 mencapai 14.754 kunjungan, dengan sekitar 80 persen di antaranya masuk melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia.

"Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara sepanjang awal 2026 menjadi salah satu pendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi Kalimantan Barat. Dampaknya mulai terlihat dari meningkatnya tingkat hunian hotel hingga bergairahnya sektor perdagangan, kuliner, dan usaha oleh-oleh di berbagai daerah tujuan wisata," kata Muh Saichudin saat menyampaikan keterangan pers di Kantor BPS Pontianak, Rabu.

Menurut dia, dominasi wisatawan asal Malaysia masih menjadi karakter utama kunjungan wisatawan asing ke Kalimantan Barat mengingat kedekatan geografis serta tingginya mobilitas masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia.

"Mayoritas wisatawan mancanegara yang datang ke Kalimantan Barat masih berasal dari Malaysia karena memang aksesnya paling dekat, terutama melalui Entikong," katanya.

Selain kunjungan wisatawan asing, pergerakan wisatawan nusantara juga menunjukkan tren yang positif. Sepanjang periode Januari hingga Mei 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dengan tujuan Kalimantan Barat mencapai 6,33 juta perjalanan, atau meningkat 20,24 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Saichudin mengatakan, meningkatnya mobilitas wisatawan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap berbagai sektor ekonomi. Tidak hanya industri perhotelan, tetapi juga usaha kuliner, transportasi, perdagangan, pusat oleh-oleh, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut merasakan manfaat dari meningkatnya aktivitas wisata.

"Dengan adanya wisatawan maupun perjalanan bisnis, tentu akan berdampak pada tingkat hunian hotel, perdagangan, kuliner, hingga penjualan oleh-oleh. Semua itu akan menggerakkan perekonomian Kalimantan Barat," ujarnya.

Peningkatan aktivitas wisata tersebut turut tercermin pada kinerja industri perhotelan. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalimantan Barat pada Mei 2026 mencapai 56,26 persen, menunjukkan tingginya permintaan akomodasi baik dari wisatawan maupun pelaku perjalanan dinas dan bisnis.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap (RLM) tamu hotel berbintang tercatat 1,41 malam. Meski relatif singkat, angka tersebut menunjukkan tingginya frekuensi mobilitas pengunjung yang datang ke Kalimantan Barat untuk berbagai keperluan, mulai dari wisata, perdagangan, hingga kegiatan pemerintahan dan bisnis.

Mobilitas masyarakat menuju Kalimantan Barat juga terlihat dari sektor transportasi. Pada Mei 2026, jumlah penumpang angkutan udara yang datang ke Kalimantan Barat mencapai 100.778 orang, sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 95.681 orang. Adapun angkutan laut mencatat 8.252 penumpang datang dan 7.132 penumpang berangkat selama periode yang sama.

Menurut Saichudin, meningkatnya arus kedatangan melalui jalur udara, laut, maupun darat menunjukkan Kalimantan Barat semakin memiliki daya tarik sebagai tujuan perjalanan. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata sekaligus memperkuat aktivitas perdagangan dan investasi daerah.

Ia menambahkan, dengan semakin terbukanya konektivitas internasional, termasuk beroperasinya penerbangan langsung Pontianak-Singapura dan rencana pembukaan rute internasional lainnya, peluang peningkatan kunjungan wisatawan ke Kalimantan Barat diperkirakan akan semakin besar.

"Momentum tersebut perlu diimbangi dengan penguatan kualitas destinasi wisata, infrastruktur, serta layanan pariwisata agar dampak ekonomi yang dihasilkan semakin optimal," kata dia.

BPS menilai tren positif pada sektor pariwisata tersebut menunjukkan bahwa Kalimantan Barat tidak hanya menjadi daerah tujuan wisata berbasis perbatasan, tetapi juga mulai berkembang sebagai destinasi bisnis, perdagangan, dan investasi.

"Dengan dukungan konektivitas transportasi yang semakin baik serta pengembangan destinasi unggulan, sektor pariwisata diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat dalam beberapa tahun ke depan," katanya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Hanni Sofia
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |