Menhut: Pagar penghalang TNWK sepanjang 138 kilometer siap dibangun

1 month ago 11

Bandarlampung (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan bahwa barrier atau pagar penghalang di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung sepanjang 138 kilometer siap dibangun.

"Ini adalah amanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pembatas sepanjang 138 kilometer di Taman Nasional Way Kambas. Dan pembangunan pembatas ini segera dimulai hari ini karena kita sudah melakukan soft launching," ujar dia di Lampung Timur, Kamis.

Ia mengatakan pembangunan pembatas ini dilakukan juga atas aspirasi masyarakat, karena adanya interaksi negatif dengan satwa liar yang telah terjadi berulang kali sejak puluhan tahun.

"Tadi saya tanya kepada masyarakat interaksi negatif dengan satwa telah terjadi sejak 1983 dan belum ada penyelesaian secara konkret, oleh karena itu hari ini kita mulai suatu amanah dan pekerjaan besar untuk menghindari secara maksimal konflik dengan gajah, sebab yang terakhir kali mengakibatkan korban jiwa," katanya.

Baca juga: Taman Nasional Way Kambas lakukan penguatan infrastruktur pengamanan

Selain korban jiwa, katanya, banyak kerugian berupa kerusakan lahan pertanian masyarakat akibat interaksi negatif dengan satwa liar.

"Dengan pembatas ini, masyarakat, satwa liar seperti gajah bisa hidup berdampingan dan ini harus kita lakukan bersama-sama agar masyarakat sejahtera satwa pun sejahtera," ucap dia.

Kepala Kelompok Staf Ahli Pangdam XXI Brigjen Sriyanto mengatakan tentang spesifikasi konstruksi pagar tersebut.

"Untuk konstruksi kita ada beberapa jenis, yang kita lihat ini adalah konstruksi pipa baja. Jadi dengan konstruksi seperti ini, diameter yang utama delapan inch, dan sampingnya enam inch. Sudah kita coba, dengan beban 8.600 ton itu masih masih kuat, padahal yang kita butuhkan cuma 5.000 ton," ujar dia.

Ia melanjutkan konstruksi yang lain ada yang menggunakan high beam untuk memecah daya atau kekuatan saat gajah hendak melewati batas.

"Setelah dilakukan beberapa studi di negara lain cara ini lebih efektif dan efisien. Sebab kalau hanya satu tali gajah bisa lewat di antaranya," katanya.

Baca juga: Perkuat konservasi TNWK, Bupati Lamtim apresiasi komitmen pusat

Baca juga: Tekan konflik gajah-warga, Pemda Lampung percepat bangun tanggul TNWK

Pewarta: Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |