Liuzhou (ANTARA) - Lyufen, makanan tradisional khas Liuzhou, dibuat dengan menuangkan adonan beras melalui saringan ke dalam air mendidih, di mana adonan tersebut langsung mengeras menjadi mi berbentuk bulat.
Mi yang sudah matang kemudian disajikan dengan kaldu, daun bawang, acar sayuran, dan berbagai pugasan (topping) lainnya.
Dikenal dengan teksturnya yang lembut dan kenyal, cita rasanya yang lezat, dan harganya yang terjangkau, Lyufen telah lama menjadi makanan favorit di kalangan penduduk setempat.
Pada 2012, keterampilan pembuatan Lyufen dimasukkan dalam daftar warisan budaya takbenda tingkat provinsi.
]Saat ini, seiring berkembangnya industri budaya dan pariwisata lokal serta revitalisasi budaya kuliner tradisional, semakin banyak wisatawan datang untuk menikmati hidangan mi tersebut. Mari simak lebih lanjut melalui rangkaian foto berikut ini:
Seorang karyawan menambahkan pugasan pada semangkuk Lyufen di sebuah rumah makan di wilayah Rong'an, Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 3 Maret 2026. (Xinhua/Huang Xiaobang)
Orang-orang menikmati Lyufen di sebuah rumah makan di Wilayah Otonom Etnis Miao Rongshui, Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 25 Maret 2026. (Xinhua/Huang Xiaobang)
Seorang karyawan membuat Lyufen di sebuah rumah makan di Wilayah Otonom Etnis Miao Rongshui, Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, China selatan, pada 25 Maret 2026. (Xinhua/Huang Xiaobang) Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































