Mengenal henti jantung: Pengertian dan gejalanya yang harus diwaspadai

1 week ago 12

Jakarta (ANTARA) - Jantung merupakan organ vital bagi kehidupan manusia. Ketika fungsinya terganggu, berbagai penyakit serius hingga risiko kematian bisa terjadi. Salah satu kondisi berbahaya yang dapat mengancam nyawa akibat masalah pada jantung adalah henti jantung mendadak.

Kondisi ini terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan organ vital lainnya atau bahkan kematian. Henti jantung adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba, sehingga aliran darah ke seluruh tubuh terhenti.

Situasi ini dapat terjadi tanpa peringatan dan memerlukan penanganan segera untuk menyelamatkan nyawa. Dalam beberapa kasus, henti jantung sering kali disalah artikan dengan serangan jantung, meskipun keduanya merupakan kondisi yang berbeda.

Oleh sebab itu, penting untuk memahami apa itu henti jantung, perbedaan-nya dengan serangan jantung, serta mengenali gejala-gejala yang berpotensi meningkatkan risiko henti jantung.

Berikut penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.

Mengenal pengertian henti jantung

Henti jantung, atau yang sering disebut sudden cardiac arrest, adalah kondisi serius di mana jantung secara tiba-tiba berhenti berdetak, mengakibatkan aliran darah ke seluruh tubuh terhenti. Kondisi ini disebabkan oleh gangguan pada sistem kelistrikan jantung yang dipicu oleh ketidaknormalan irama jantung atau aritmia.

Akibatnya, suplai oksigen ke otak dan organ-organ penting lainnya terputus, yang berpotensi menyebabkan kerusakan permanen atau bahkan kematian jika tidak segera ditangani. Hal ini terjadi karena organ vital tersebut kehilangan kemampuan untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Perbedaan-nya dengan serangan jantung

Henti jantung dan serangan jantung sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Serangan jantung, atau infark miokard, terjadi ketika aliran darah ke jantung terhambat, menyebabkan kerusakan pada otot jantung.

Pada kondisi ini, jantung biasanya masih berdetak, meskipun kinerja-nya tidak maksimal. Sebaliknya, henti jantung terjadi akibat gangguan listrik yang membuat jantung berhenti berdetak secara mendadak dan membutuhkan penanganan medis segera.

Meski serangan jantung dapat memicu henti jantung, kedua kondisi ini berbeda dan memerlukan langkah penanganan yang berbeda pula. Kendati demikian, baik serangan jantung maupun henti jantung adalah masalah serius yang harus ditangani dengan cepat dan tepat.

Gejala sebelum terjadinya henti jantung

Sebelum henti jantung terjadi, pada beberapa kasus terdapat tanda yang dapat muncul sebagai peringatan awal. Mengenali gejala-gejala ini dapat membantu mendapatkan penanganan medis dengan cepat. Berikut tanda-tandanya:

1. Sesak napas

Kesulitan bernapas sering dialami oleh mereka yang akan mengalami henti jantung, menandakan adanya gangguan serius pada jantung.

2. Pusing dan tubuh melemah

Rasa pusing, dan tubuh yang melemah yang akan mengakibatkan kehilangan keseimbangan dapat mengindikasikan aliran darah ke otak terganggu, yang berpotensi menjadi tanda awal henti jantung.

3. Bagian dada terasa nyeri

Ketidaknyamanan atau rasa nyeri di dada sering dirasakan sebelum henti jantung dan bisa menjadi indikasi adanya masalah pada jantung.

4. Kehilangan kesadaran sementara atau pingsan

Pingsan atau sensasi seperti akan pingsan dapat terjadi sebagai tanda awal sebelum jantung benar-benar berhenti.

5. Detak jantung tidak teratur

Irama jantung yang berubah, seperti detak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak stabil, bisa menjadi peringatan adanya gangguan berbahaya pada jantung.

Baca juga: Apa yang menyebabkan henti jantung mendadak? Ini faktor risikonya

Baca juga: Daftar pertolongan pertama saat insiden henti jantung

Baca juga: Dokter rekomendasikan pelari untuk MCU dua bulan sebelum ikut marathon

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2025

Read Entire Article
Rakyat news | | | |