Medan (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut Kota Medan merupakan salah satu daerah yang kembali normal pascabencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
"Sudah ada beberapa daerah yang kembali normal, bahkan sudah kembali berjalan sempurna seperti Kota Medan," ujar Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana yang terjadi di Provinsi Sumatera Utara di Medan, Senin.
Selain Kota Medan, Tito yang merupakan Ketua Satuan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu juga menyebut Kota Binjai, Kota Padang Sidimpuan, Kabupaten Asahan juga suda kembali normal.
Ia mengatakan daerah yang kembali normal dapat dilihat dari beberapa indikator seperti pemerintahan daerah yang kembali berjalan dengan baik, pelayanan publik yang berjalan dengan lancar serta akses jalan darat dan perputaran ekonomi.
"Sudah kami cek langsung dan saat ini beberapa daerah tersebut sudah kembali normal," kata dia.
Baca juga: Mendagri: Pemerintah akselerasi rehabilitasi pascabencana di Sumut
Tito mengatakan terdapat daerah yang memerlukan perhatian lebih, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Sibolga, dan Humbang Hasundutan.
"Bagi daerah yang masih belum sepenuhnya berjalan normal, pemerintah akan melakukan normalisasi secepatnya dengan mengerahkan kekuatan maksimal," sebut dia.
Tito dalam kesempatan itu meminta kepala daerah yang wilayah terdampak bencana segera melakukan pendataan secepatnya, khususnya bagi warga yang masih mengungsi.
"Lakukan dengan cepat, kalau ada yang kurang nanti bisa diusulkan kembali sehingga warga yang masih tinggal di tenda pengungsian ini bisa dibantu untuk secepatnya kembali ke tempat yang lebih layak untuk ditinggali,"jelas dia.
Baca juga: Mendagri beri pemda waktu 3 hari data rumah rusak akibat bencana Aceh
Data Posko Tanggap Darurat Bencana Provinsi Sumut hingga Kamis (8/1) menyebutkan terdapat 18 kabupaten/kota di Sumatera Utara terdampak bencana dengan estimasi kerugian mencapai Rp17,23 triliun.
Adapun jumlah masyarakat terdampak tercatat mencapai 479.045 Kepala Keluarga (KK) atau 1.803.549 jiwa, dan jumlah pengungsi 3.371 KK atau 13.378 jiwa. Sementara korban yang mengalami luka-luka mencapai 126 jiwa, korban meninggal dunia sebanyak 372 jiwa, dan masih dinyatakan hilang 53 jiwa.
"Kita ingin normalisasi sungai yang kena sedimen. Ini menjadi prioritas, termasuk lumpur terdampak, seperti di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga menjadi prioritas," ujarnya.
Baca juga: Mendagri minta tambahan BKO TNI/Polri bersihkan lumpur banjir di Aceh
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































