Jakarta (ANTARA) - Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan (Kemenhut) dan para pihak terkait berhasil mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Pelalawan, Riau.
"Saat ini tim masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa dan mencegah potensi kebakaran kembali. Potensi asap masih tinggi sehingga masih dilakukan mopping up (menuntaskan sisa-sisa api dan pendinginan)," ujar Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis.
Dia menjelaskan bahwa Di wilayah Kabupaten Bengkalis, karhutla terjadi di wilayah Desa Sukarjo Mesim di Kecamatan Rupat dengan upaya pemadaman dilakukan secara terpadu oleh unsur Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai, TNI, POLRI, BPBD, Pemerintah Kecamatan Rupat, Satpol PP Kecamatan Rupat, Pemerintah Desa Sukarjo Mesim, Regu Pemadam Kebakaran PT. Sumatera Riang Lestari, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
Total luas terbakar di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 50 hektare, yang terjadi di wilayah dengan status Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT).
"Kita akan tuntaskan sampai tidak ada potensi sekecil apapun untuk meluas atau nyala lagi karena kebakarannya adalah kebakaran gambut," jelasnya Ferdian.
Baca juga: Wamenhut minta penyiapan strategi hadapi siklus karhutla pada 2027
Sementara itu, di Desa Gambut Mutiara, Kecamatan Teluk Meranti di Kabupaten Pelalawan seluas 68,3 hektare dengan status lahan areal penggunaan lain (APL).
Dia menjelaskan Manggala Agni bersama MPA dan pihak PT. TH Indo Plantation memastikan pemadaman karhutla benar-benar tuntas.
"Manggala Agni bersama para pihak terus berupaya menuntaskan pemadaman dua lokasi yang terbakar. Di sisi lain, kami terus bergerak melaksanakan pencegahan melalui deteksi dini untuk respons yang lebih cepat serta melaksanakan patroli pencegahan dengan pendekatan pengamanan teritori, monitoring kondisi riil lapangan dan pendekatan sosial kepada masyarakat," jelas Ferdian.
Dia menjelaskan pada Januari hingga awal Maret 2026, Manggala Agni Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera telah melaksanakan kegiatan patroli pencegahan karhutla di 80 lokasi desa yang tersebar di Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Baca juga: Pemerintah antisipasi kemarau lebih awal di Riau demi cegah karhutla
Baca juga: BPBD: Kebakaran lahan di Aceh Barat meluas menjadi 50,2 Ha
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































