Leonardo DiCaprio prihatin dengan masa depan bioskop dan perfilman

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Aktor peraih Oscar Leonardo DiCaprio merasa prihatin dengan masa depan bioskop di tengah perombakan terbaru di studio-studio film.

Ditulis laman Deadline, Sabtu (3/1), Leo baru-baru ini mengomentari keadaan perfilman saat ini , seraya mempertanyakan apakah orang-orang masih memiliki selera untuk menonton film di layar lebar.

"Perubahannya sangat cepat. Kita sedang menyaksikan transisi besar,” jelasnya saat diwawancarai The Times.

Baca juga: Bekraf: layanan OTT dan bioskop tetap berkembang di masa depan

“Pertama, film dokumenter menghilang dari bioskop. Sekarang, film drama hanya diputar dalam waktu terbatas dan orang-orang menunggu untuk menontonnya di layanan streaming. Saya tidak tahu. Apakah orang-orang masih memiliki selera? Atau akankah bioskop menjadi tempat terisolasi — seperti bar jazz?," tambahnya.

Bulan lalu, DiCaprio mengatakan kepada Deadline bahwa akan menjadi perjuangan untuk menjaga agar film tetap diputar di bioskop.

"Tahun ini tampaknya menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah perfilman,” katanya.

Baca juga: Produser ungkap masa depan waralaba film "Pirates of the Caribbean"

“Kita menghadapi tantangan yang lebih besar dari sebelumnya, menurut saya, untuk masa depan pengalaman sinematik. Mengajak orang untuk datang ke bioskop tampaknya semakin menjadi tantangan”.

DiCaprio berharap nantinya akan ada orang yang benar-benar visioner, mendapatkan kesempatan untuk melakukan hal-hal unik di masa depan yang dapat dilihat di bioskop.

Komentar tersebut muncul setelah film terbaru DiCaprio, "One Battle After Another" karya Paul Thomas Anderson, meraup lebih dari 205 juta dolar AS di seluruh dunia.

Baca juga: Masa depan industri film Asia Tenggara usai pandemi

Baca juga: Leonardo DiCaprio ungkap "The Dark Knight" sebagai film favoritnya

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |