KTT ASEAN dibuka, Filipina serukan solidaritas hadapi konflik global

9 hours ago 5

Cebu, Filipina (ANTARA) - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menyerukan para pemimpin di Asia Tenggara agar bersatu dan teguh di tengah ketidakpastian ekonomi maupun geopolitik saat secara resmi membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN, Jumat.

Dalam sambutan pembukanya di hadapan para pemimpin ASEAN, Marcos mengatakan bahwa kawasan Asia Tenggara menghadapi "momen yang menentukan" di tengah disrupsi dan konflik global yang terus berdampak pada ekonomi, kehidupan masyarakat, dan stabilitas kawasan.

"Kita bertemu di tengah tantangan besar yang terjadi di kawasan kita dan lebih jauh lagi," kata Presiden Filipina saat menyoroti dampak ketegangan di Timur Tengah terhadap ASEAN.

"Tugas-tugas ASEAN harus dilanjutkan, bukan karena tantangannya, tetapi karena waktu menuntut jawaban kita atas tantangan tersebut," ucap dia, menambahkan.

Marcos mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyesuaikan pelaksanaan pertemuan ASEAN dengan mengurangi kegiatan non-esensial dan mengubah format sejumlah agenda menjadi pertemuan daring.

Hal tersebut, ucapnya, adalah untuk mengatasi dampak tekanan energi dan ekonomi yang semakin meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Meski dengan penyesuaian tersebut, ia menegaskan bahwa ASEAN teguh berkomitmen menjaga kerja sama dan menyesuaikan respons regional melalui pertemuan antara menteri luar negeri serta ekonomi, pertanian, dan energi.

Presiden Filipina juga menegaskan kekuatan ASEAN ada pada persatuan dan kerja samanya, khususnya di masa-masa tak tentu seperti saat ini.

"ASEAN senantiasa mendapatkan kekuatannya bukan dari keseragaman, tetapi dari persatuannya," kata dia.

Sebelum pembukaan pertemuan puncak KTT ke-48 ASEAN, Presiden Marcos dan Ibu Negara Liza Araneta-Marcos menyambut para pemimpin ASEAN serta pendamping yang tiba di lokasi pertemuan.

Para pemimpin ASEAN yang hadir yaitu Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Manet, Presiden RI Prabowo Subianto, PM Laos Sonexay Siphandone, dan PM Malaysia Anwar Ibrahim.

Kemudian, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, PM Timor Leste Xanana Gusmao, dan PM Vietnam Le Minh Hung.

Adapun Myanmar diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negeri U Hau Khan Sum.

Sumber: PNA-OANA

Baca juga: Diplomasi peci hitam berlanjut, Prabowo hadiri puncak acara KTT ASEAN

Baca juga: ASEAN targetkan perjanjian ekonomi digital DEFA diteken November 2026

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |