Keselamatan peserta latsarmil SPPI diminta jadi prioritas

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan keselamatan peserta Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang mengikuti latihan dasar militer (latsarmil) harus menjadi prioritas utama, menyusul meninggalnya tiga peserta program tersebut.

Menurut dia, latsarmil memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter, kepemimpinan, dan kedisiplinan peserta. Namun, pelaksanaannya harus didukung standar keselamatan yang ketat tanpa mengurangi tujuan utama program.

"Saya berpendapat program ini sebaiknya tetap dilanjutkan, tetapi dengan standar keselamatan yang lebih ketat, pengawasan yang lebih profesional, serta evaluasi berbasis bukti," kata Amelia di Jakarta, Kamis.

Amelia juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya tiga peserta latsarmil dalam program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP).

Baca juga: Marinir jelaskan prosedur penanganan peserta sakit saat latsarmil

Menurut dia, setiap kehilangan nyawa merupakan duka yang harus menjadi perhatian serius bagi seluruh penyelenggara.

Di sisi lain, Amelia menilai pelatihan bagi calon manajer program pembangunan tidak hanya bertujuan membentuk kemampuan fisik, tetapi juga menanamkan disiplin, kepemimpinan, integritas, daya tahan mental, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta kesiapan mengambil keputusan di bawah tekanan.

"Kompetensi tersebut sangat relevan bagi para manajer yang nantinya memimpin pelaksanaan program pembangunan di lapangan," ujarnya.

Karena itu, dia berharap peristiwa tersebut tidak terulang.

Baca juga: Komisi I dorong evaluasi latsarmil usai tiga peserta SPPI meninggal

Karenanya, Amelia meminta dilakukan evaluasi menyeluruh dan transparan terhadap standar keselamatan, prosedur latihan, pemeriksaan kesehatan peserta, manajemen risiko, serta mekanisme pengawasan selama pelatihan berlangsung.

"Program yang baik tidak diukur dari ada atau tidaknya tantangan, melainkan dari kemampuan penyelenggara belajar dari setiap kejadian dan memastikan peristiwa serupa tidak terulang kembali," katanya.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |