Jakarta (ANTARA) - Disjoki (DJ) sekaligus produser Dipha Barus mengakui tak kesulitan kala bekerja sama dengan Andien untuk memproduseri salah satu lagu baru yang bertajuk "Sehidup Semusik", hal ini karena keduanya sudah kenal lama dan memiliki frekuensi yang sama.
"Karena sudah lama kenal dan pembentukan seleranya di masa yang sama jadi ya sudah tidak usah ditanyakan lagi sefrekuensi apa karena memang terlahir dari frekuensi yang sama," ujar Dipha dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.
Dipha juga ingat betul saat Andien masih tergabung dalam grup musik BiruMuda saat duduk di bangku SMA. Ia menyebut bahwa lagu-lagu Andien dalam album terbarunya itu memiliki karakter yang mirip dengan band yang menjadi batu lompatan Andien pada awal karier musik.
Baca juga: Andien luncurkan "Sehidup Semusik", gandeng sembilan produser
"Ini dari tadi gue lagi intro dan lagu ke-7 (dari album baru Andien) jadi ingat dia jaman dulu BiruMuda," ujar Dipha yang disambut gelak tawa Andien.
Nuansa progresi akor yang dihadirkan menurut Dipha membangun nuansa album rekan sejawatnya sehingga menghadirkan harmoni yang menjadi ciri khas lagu milik wanita yang telah berkarier 26 tahun di industri musik tanah air itu.
Sementara itu, Andien mengatakan bahwa proyek kolaborasinya dengan Dipha Barus kali ini sebetulnya telah digagas tahun lalu namun berhembus begitu saja seiring kesibukan keduanya.
Baca juga: Andien gandeng kedua putranya dalam "Intro" album terbaru
Kini, langkah kolaboratif dengan DJ yang mengusung elektronik dance music (EDM) ini diharapkan mampu mengajak para pendengar untuk berdansa.
Bahkan Andien menyebut lagu "Sehidup Semusik" sebagai lagu yang "gebyar" berkat sentuhan ala Dipha yang bersemangat dan menyenangkan.
Dalam album terbaru, Andien menggandeng sembilan produser yakni Dipha Barus, Ali Akbar Sugiri, Clara Riva, Nikita Dompas, Lafa Pratomo, Iqbal Siregar, Kevin Queency, Kareem Soenharho, Abenk Alter.
Baca juga: Andien suguhkan "Kirana" hingga lagu baru di Java Jazz 2026
Album ke-9 Andien "Sehidup Semusik" yang berisikan 13 lagu yang diproduseri sembilan orang dengan rincian lagu yakni "Intro", "Naksir", "Cosmic Romantic","Jatuh Pelan", "Mata Ketiga (Tutto Bene)", "Nostalgia", "Nonchalant", "Sentil Kalau Nakal".
Kemudian "Manusia Favorit", "Merona Rasa", "Ujung-ujungnya Kamu", "Jika Nanti Kita Lupa" serta ditutup dengan "Sehidup Semusik".
Baca juga: Andien hadirkan kisah personal dalam lagu "Manusia Favorit"
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































