Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merinci lokasi pembangunan lima komando daerah militer (kodam) baru yang rencananya akan diresmikan dalam waktu dekat.
"Nanti ada yang baru (kodam) di Flores (NTT), DI Yogyakarta, Maluku Utara, Papua Tengah, dan Kepulauan Riau," kata Maruli saat ditemui di acara TNI Fair, Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Maruli pun tidak menjelaskan lebih detail apa saja nama lima kodam tersebut.
Dia melanjutkan tugas kodam-kodam baru itu akan sama seperti kodam yang sudah ada, yakni melakukan kegiatan teritorial seperti menjaga keamanan warga hingga pendataan serta pengerjaan fasilitas umum yang rusak.
"Tetapi jika kondisi darurat, kodam ini lah nanti yang memimpin untuk melakukan perlawanan terhadap musuh. Itu dibilangnya perlawanan rakyat semesta," ujar Maruli.
Dia pun mencontohkan kodam di Papua Tengah yang akan diresmikan. Menurut dia, keberadaan kodam itu tidak secara langsung menangani konflik dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Penanganan OPM, lanjut dia, tetap berada di bawah Satgas Habema yang juga merupakan bagian dari TNI.
"Kalau untuk OPM ini satgas yang mengurus. Setelah mereka memastikan sebuah daerah berhasil dikuasai dan aman, barulah kodam masuk ke situ untuk kegiatan teritorial," ucapnya.
Sebelumnya, pihak TNI mengungkapkan akan meresmikan lima kodam baru saat puncak perayaan HUT Ke-81 TNI di Monas, Jakarta Pusat, Senin (5/10).
"Rencananya demikian," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas saat ditanya awak media ketika pembukaan TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu.
Awak media pun sempat menanyakan di mana saja lima kodam baru tersebut akan di bangun. Kendati demikian, Nas enggan menjawab pertanyaan tersebut.
"Yang akan dibentuk kodam baru nanti akan disampaikan lebih lanjut," kata dia.
Baca juga: Lima kodam baru akan diresmikan saat puncak HUT Ke-81 TNI di Monas
Pewarta: Walda Marison
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































