KOI sebut SEA Plus tumbuhkan persaingan olahraga lebih kompetitif

8 hours ago 7

Nagoya, Jepang (ANTARA) - Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengumumkan agenda kompetisi olahraga terbaru di regional Asia Tenggara, yakni SEA Plus Youth Games akan mulai dilaksanakan pada 2027.

Ketua KOI Raja Sapta Oktohari menjelaskan, agenda tersebut berbeda dari SEA Games yang hanya diikuti negara-negara Asia Tenggara. Sementara SEA Plus bisa diikuti oleh negara-negara tetangga ASEAN.

"Apa itu SEA Plus? South East Asia Plus. Kalau SEA Games hanya (diikuti) 11 negara, kalau SEA Plus ini diikuti 11 negara plus negara undangan," ungkap Okto saat ditemui di Nagoya, Jepang, Sabtu.

SEA Plus Youth Games merupakan kontestasi olahraga bagi remaja di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, yang bertujuan mengembangkan potensi atlet menuju Olimpiade.

Kendati ide SEA Plus dimunculkan NOC Indonesia, namun edisi perdana pelaksanaannya akan dilaksanakan di Manila, Filipina pada tahun depan.

"Jadi kalau di Filipina nanti, negara undangannya sudah lebih dari 20 dan kemungkinan akan terus bertambah. Akan lebih besar dari SEA Games, tapi mungkin kurang lebih bisa seperti Asian Games," kata Okto.

Okto menambahkan, dengan adanya regulasi baru tersebut, maka tidak menutup kemungkinan negara sekitar seperti Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, atau negara-negara Oseania bisa ikut berpartisipasi dalam SEA Plus.

Sehingga negara-negara peserta bisa benar-benar membuktikan dan menguji kualitas atletnya, dan tidak menggantungkan keunggulan berbekal status tuan rumah.

"Karena kita tahu nih, semakin lama kualitasnya SEA Games itu jadi tantangan tersendiri kan? Makanya solusinya dengan memberikan kesempatan bagi atlet kita, atlet negara-negara tetangga untuk bertanding dan mempersiapkan ke jenjang (kompetisi) yang lebih tinggi lagi," kata Okto.

Baca juga: KOI: Dukungan swasta penting bagi atlet Indonesia

Baca juga: Indonesia kukuhkan 430 atlet untuk Asian Games 2026

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |