Jakarta (ANTARA) - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa satu Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal Liao Dong Yu yang disandera di Somalia telah kembali ke Indonesia dan daerah asalnya pada 15 Januari 2026.
“Untuk lima ABK yang saat ini masih di atas kapal, KBRI Nairobi terus melakukan koordinasi bersama dengan pihak berwajib untuk melakukan pendekatan dan negosiasi langsung dengan para pembajak,” kata Juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang di Jakarta, Selasa.
Menurut Yvonne, KBRI Nairobi dan pihak berwajib sedang berupaya untuk memastikan kondisi ABK WNI di kapal tersebut dalam keadaan aman dan sehat.
Sebelumnya dilaporkan bahwa kapal Liao Dong Yu 578 berbendera China dibajak oleh perompak di perairan Bandarbeyla, Puntland, Somalia, pada 31 Desember 2025.
Yvonne menyatakan bahwa KBRI Nairobi terlibat langsung dalam proses negosiasi dengan arahan dari Kemlu RI bekerja sama dengan Direktorat Pelindungan WNI (PWNI).
Jubir Kemlu itu melanjutkan, mengingat kasus tersebut cukup sensitif, pihaknya berharap media dan masyarakat dapat menyikapi dengan hati-hati agar tidak mengganggu jalannya proses negosiasi yang sedang berlangsung saat ini.
Baca juga: KJRI Johor Pulangkan 133 PMI/WNI, termasuk ABK kasus timah ilegal
Baca juga: Pencarian enam ABK Bintang Laut di perbatasan RI-PNG terkendala cuaca
Baca juga: RI koordinasi dengan China soal ABK diculik bajak laut di Gabon
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































