Iran siap kurangi pengayaan uranium dengan imbalan

2 hours ago 1

Moskow (ANTARA) - Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, Ali Shamkhani pada Selasa mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi Iran untuk memindahkan semua material nuklirnya, karena negara itu dapat mengurangi pengayaan uraniumnya menjadi 20 persen dengan imbalan konsesi tertentu.

"Tidak ada alasan untuk memindahkan material [nuklir] yang tersimpan dari Iran... Jika mereka begitu khawatir, pengayaan 60 persen dapat dikurangi menjadi 20 persen, tetapi mereka harus menawarkan sesuatu sebagai imbalan," kata Shamkhani kepada saluran TV Lebanon Al Mayadeen.

Pejabat itu juga memastikan belum ada inisiatif untuk mengekstrak uranium yang diperkaya dari puing-puing fasilitas nuklir yang diserang AS tahun lalu, seraya menambahkan bahwa negosiasi dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sedang berlangsung.

"Volume uranium yang diperkaya yang tersedia masih belum diketahui, karena sebagian dari persediaan kita terkubur di bawah reruntuhan, dan belum ada rencana untuk mengekstraknya, karena ini akan sangat berbahaya," kata Shamkhani.

Persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Iran dilaporkan mencakup 400 kilogram yang diperkaya hingga 60 persen, sementara uranium tingkat senjata membutuhkan pengayaan sekitar 90 persen.

Menurut pejabat AS dan Israel, material ini terletak di tiga situs nuklir yang rusak akibat serangan AS pada bulan Juni, tanpa kemungkinan bagi Iran untuk mengaksesnya.

Sementara itu, Iran membantah dimensi militer dari program nuklirnya. Pada Juni 2025, Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi mengatakan bahwa badan tersebut belum melihat bukti konkret bahwa Iran memiliki program senjata nuklir aktif.

Sumber: Sputnik

Baca juga: Belgia, Prancis tolak larangan impor uranium dari Rusia

Baca juga: Menlu Iran sebut program nuklir "kebanggaan nasional"

Baca juga: Iran sudah pindahkan uranium dari fasilitas Fordow sebelum serangan AS

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |