Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan mendukung penuh penguatan pengembangan peternakan domba dan kambing Indonesia melalui peningkatan produksi, mutu genetik, hilirisasi, serta penataan pasar, guna mendorong peternak lokal lebih mandiri dan menghasilkan produk bernilai tambah.
"Peningkatan produksi dan kapasitas peternak dalam negeri menjadi modal penting untuk membawa subsektor tersebut ke tahap pengembangan berikutnya," kata Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan Hary Suhada terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dia menyampaikan salah satu bentuk keberpihakan pemerintah dalam memperkuat peternakan nasional adalah melalui pengaturan pemasukan kambing dan domba dari luar negeri secara selektif.
"Dengan tetap memberikan ruang bagi pemasukan ternak bibit yang dibutuhkan untuk peningkatan mutu genetik, produktivitas, dan keberlanjutan pengembangan populasi ternak nasional," ujarnya.
Baca juga: Barantin minta peternak waspadai ancaman penyakit hewan saat kemarau
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi peternak lokal, sekaligus memastikan kebutuhan pembangunan peternakan nasional dapat dipenuhi secara terukur dan sesuai dengan kepentingan pengembangan produksi dalam negeri.
“Pemasukan ternak dari luar negeri kita tata secara selektif. Untuk ternak bibit tetap diberikan ruang karena kita membutuhkan peningkatan mutu genetik, produktivitas, dan pengembangan populasi. Di sisi lain, kita terus memberikan ruang yang lebih besar bagi peternak lokal untuk berkembang,” jelas Hary.
Menurutnya, penguatan peternakan domba dan kambing tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah ternak, tetapi juga menyangkut produktivitas, mutu genetik, efisiensi usaha, kualitas produk, hilirisasi, serta perluasan akses pasar.
Karena itu, Kementan mendorong pengembangan hilirisasi agar komoditas domba dan kambing tidak hanya dipasarkan dalam bentuk ternak hidup.
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































