Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian mendorong pelaku usaha mempercepat pemasukan ternak sapi bakalan untuk memperkuat ketersediaan daging nasional, menjaga stabilitas pasokan, serta mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan masih tersedia waktu hingga akhir September 2026 bagi pelaku usaha untuk mengoptimalkan realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan.
"Kami mengimbau seluruh pelaku usaha importir untuk mempercepat realisasi pemasukan ternak bakalan sesuai komitmen yang telah ditetapkan. Masih tersedia waktu untuk meningkatkan realisasi," kata Agung dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, hal itu penting agar realisasi pemasukan tidak lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ini sangat penting dalam menjaga ketersediaan pasokan daging sapi nasional sekaligus menjadi salah satu indikator evaluasi pemerintah," ujarnya.
Agung menegaskan ketersediaan daging lembu nasional saat ini ditopang oleh tiga sumber utama, yaitu produksi dari pemotongan sapi/kerbau lokal yang masih menjadi kontributor terbesar, pemasukan sapi/kerbau hidup (ternak bakalan) yang digemukkan dan dipotong di dalam negeri, serta impor daging sapi/kerbau untuk melengkapi kebutuhan nasional.
Dia menegaskan prioritas pemerintah tetap meningkatkan produksi sapi/kerbau lokal sebagai tulang punggung penyediaan daging nasional. Namun, untuk menjaga keseimbangan pasokan dan stabilitas harga pemerintah juga mengelola pemasukan sapi/kerbau bakalan dan impor daging secara terukur sesuai kebutuhan," ujar Agung.
Baca juga: Wamentan: Indonesia surplus ternak saat perayaan Idul Adha tahun ini
Baca juga: Kementan alokasikan 151 ribu dosis vaksin di Jabar demi kendalikan PMK
Upaya tersebut dibahas dalam rapat monitoring dan evaluasi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan bersama para pelaku usaha importir secara daring, Jumat (26/6).
Menurut Agung, percepatan pemasukan ternak bakalan merupakan bagian dari strategi jangka pendek untuk menjaga kesinambungan pasokan.
Sementara dalam jangka menengah dan panjang pemerintah terus memperkuat program peningkatan populasi sapi dan kerbau melalui pembibitan, kesehatan hewan, investasi peternakan, serta pemberdayaan peternak rakyat sebagai fondasi menuju kemandirian pangan.
Berdasarkan data Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK) dan konfirmasi pelaku usaha hingga 26 Juni 2026, realisasi pemasukan sapi bakalan mencapai 180.371 ekor atau sekitar 25,8 persen dari target nasional sebanyak 700.000 ekor. Angka tersebut akan bertambah mengingat periode realisasi berlangsung hingga akhir tahun 2026.
Direktur Kesehatan Hewan Ditjen PKH Kementan Hendra Wibawa menambahkan pemerintah terus memantau perkembangan di lapangan sekaligus mendampingi pelaku usaha agar target dapat dicapai sesuai jadwal.
"Masih tersedia waktu pada Juli, Agustus dan September untuk mempercepat realisasi pada Triwulan III," katanya.
Dia berharap seluruh pelaku usaha dapat menunjukkan performa terbaiknya dalam memenuhi komitmen pemasukan yang telah ditetapkan.
"Mohon timnya terus didorong agar realisasinya meningkat," ujar Hendra.
Ia menambahkan capaian hingga September akan menjadi salah satu dasar pertimbangan dalam evaluasi performa pelaku usaha sekaligus proyeksi kemampuan realisasi pemasukan pada tahun 2027.
Kementan menegaskan menjaga ketersediaan daging sapi nasional memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
Pemerintah akan terus memperkuat produksi sapi lokal melalui pembibitan, peningkatan produktivitas, investasi, dan pemberdayaan peternak rakyat, sekaligus memastikan pengelolaan pemasukan ternak bakalan dan impor daging dilakukan secara terukur untuk menjaga keseimbangan pasokan, stabilitas harga, dan keterjangkauan bagi masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan menjadi fondasi menuju peternakan Indonesia yang semakin mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Ketua Dewan Pembina Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo) Didiek Purwanto memastikan anggotanya siap mempercepat realisasi sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kami akan menggerakkan seluruh anggota Gapuspindo untuk merealisasikan komitmen ini sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai," kata Didiek.
Baca juga: Kementan dukung penguatan perbibitan ternak di Kupang
Baca juga: Direktur Pakan Kementan: Indonesia perlu perbanyak kapal ternak
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































