KemenPPPA siapkan Pos SAPA untuk perempuan-anak terdampak gempa NTT

3 hours ago 3
Sudah ada 30 ton bantuan yang terkumpul, namun baru sebagian yang bisa dikirim

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengatakan, pihaknya akan mendirikan Pos Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) di Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai upaya penguatan layanan pascagempa.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi mengatakan di Jakarta, Minggu, pada Senin pihaknya akan terbang dengan Pesawat Hercules membawa bantuan dari para mitra pembangunan untuk warga NTT yang terdampak gempa, sekaligus melakukan persiapan untuk membentuk pos tersebut.

"Sebagai pusat untuk pelayanan Pak. Jadi kalau ada anak yang terpisah dengan orang tuanya, atau butuh informasi-informasi yang terkait dengan layanan untuk perempuan dan anak kami akan menyiapkan di Pos SAPA," katanya saat menyerahkan bantuan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dia menjelaskan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa di tujuh kabupaten dan kota terdampak, masih ada kebutuhan-kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak yang belum tercukupi. Pemerintah pun bergerak cepat untuk memenuhi itu.

Baca juga: Jurnalis hingga disabilitas galang dana gempa Flores di CFD Bali

"Karena pada saat gempa itu terjadi tanggal 15 Agustus pagi hari, malam harinya Bapak Presiden sudah memerintahkan beberapa kementerian lembaga untuk langsung menuju NTT malam itu juga dengan membawa bantuan. Kemudian memang belum bisa sepenuhnya dipenuhi, karena pemerintah gak bisa jalan sendiri," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun terus berkoordinasi dengan para mitra pembangunan, seperti Muslimat NU, Danone, Unilever, guna memperkuat penanganan pascabencana, terutama bagi perempuan dan anak.

"Teman-teman dari mitra pembangunan ini mempunyai komitmen yang sangat luar biasa. Jadi mereka punya empati, solidaritas, dan siap untuk memberikan bantuan untuk saudara-saudara kita yang sedang mengalami musibah gempa bumi di NTT," katanya.

Solidaritas tersebut, katanya, melampaui label-label seperti kementerian, lembaga, badan, atau perusahaan apa pun. Semua adalah warga Indonesia yang siap menolong sesamanya.

Dia menjelaskan, sudah ada 30 ton bantuan yang terkumpul, namun baru sebagian yang bisa dikirim.

Pihaknya pun berterima kasih kepada BNPB yang telah memfasilitasi pengiriman bantuan tersebut. Arifah pun berharap agar upaya membantu warga NTT lancar dan agar warga yang terdampak bisa pulih kehidupannya seperti sedia kala.

Baca juga: TNI AL selamatkan korban gempa NTT lewat operasi medis di KRI

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |