65 relawan Pemuda Katolik NTT berangkat bantu korban gempa Flores

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 65 relawan Pemuda Katolik berangkat dari Kupang menuju Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi M7,7 yang menghantam pada 15 Agustus 2026.

Ketua Umum PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa tim kemanusiaan Pemuda Katolik Komisariat Daerah NTT diperkuat 18 tenaga kesehatan yang terdiri atas perawat, bidan, dan tenaga farmasi. Para relawan akan terlibat dalam pelayanan kesehatan, dapur umum, distribusi bantuan, pemulihan fasilitas umum, serta pendampingan masyarakat.

“Ketika saudara-saudara kita di Flores membutuhkan pertolongan, kita harus hadir dan bergerak bersama. Pemuda Katolik hadir untuk membersamai, melayani, dan membantu proses pemulihan masyarakat,” katanya.

Stefanus mengatakan, tim berangkat menggunakan KM Ilelabalekan dengan waktu perjalanan sekitar 19 jam menuju Ende. setibanya di Ende, relawan akan bergerak menuju sejumlah wilayah terdampak, yakni Nagekeo, Ngada, hingga Ruteng, sesuai hasil koordinasi dan kebutuhan di lapangan.

Gusma menjelaskan bahwa keadaan di Flores sangatlah memprihatinkan pasca gempa bumi, mulai dari kebutuhan pangan, obat-obatan, logistik, dan lainnya. Dia berharap dengan keberadaan relawan ini, masyarakat yang terdampak bisa terbantu.

"Justru dengan keberadaan relawan ini, mereka siap bantu warga, entah itu mendistribusikan bantuan, ada juga yang tenaga kesehatan, itulah fungsi kami di sana ya untuk melayani," katanya.

Senada, Ketua Pemuda Katolik Komda NTT Yuvensius Tukung mengatakan, keberangkatan relawan merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi membawa hati untuk hadir dan ikut merasakan apa yang sedang dialami masyarakat. Kami terpanggil untuk memberikan diri dan terlibat langsung dalam penanganan masyarakat,” ujar Yuvensius.

Menurut dia, keberangkatan relawan merupakan langkah lanjutan setelah Pemuda Katolik sebelumnya membentuk posko di Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat. Posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan memastikan kader Pemuda Katolik terlibat secara konkret dalam penanganan bencana.

“Kami melihat masyarakat tidak hanya membutuhkan logistik, tetapi juga kehadiran orang-orang yang dapat membantu mendistribusikan bantuan, memasak di posko, dan memberikan pelayanan. Tenaga kesehatan di daerah terdampak juga merupakan bagian dari masyarakat yang terkena dampak, sehingga membutuhkan dukungan tambahan,” jelasnya.

Dia berharap semakin banyak pihak yang terlibat dalam upaya kemanusiaan tersebut. Pemuda Katolik Komda NTT juga telah mengaktifkan Media Centre serta mempersiapkan keberangkatan relawan pada kloter berikutnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini, pihaknya diperkuat melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Khusus Daerah Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, dan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI).

Direktur Rumah Sakit Daerah Jiwa Naimata, Novy Enggelin Elim mengapresiasi inisiatif Pemuda Katolik yang membuka ruang kolaborasi dalam penanganan bencana.

“Kami melihat ini sebagai hal yang mulia dan menyambut baik kolaborasi ini. Koordinasi dan kerja sama seperti ini akan mempercepat proses penanganan masyarakat terdampak,” ujarnya.

Baca juga: KemenPPPA siapkan Pos SAPA untuk perempuan-anak terdampak gempa NTT

Baca juga: TNI AL selamatkan korban gempa NTT lewat operasi medis di KRI

Baca juga: Jurnalis hingga disabilitas galang dana gempa Flores di CFD Bali

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |