Gianyar (ANTARA) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan pada 2026 akan fokus terhadap upaya secara saksama dalam peningkatan keamanan wisata.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis, mengatakan langkah ini merespons peristiwa kecelakaan kapal wisata tenggelam KM Putri Sakinah di Pulau Padar, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang memakan korban jiwa.
“Di program kami tahun 2026 adalah untuk meningkatkan keamanan wisata, dari setiap bagian ini kami ingin melakukan pelatihan, pendampingan, dan edukasi kepada sumber daya di transportasi pariwisata dan semua usaha pariwisata,” kata dia.
Ia melihat kondisi cuaca buruk yang terjadi di belahan Indonesia belakangan turut menambah keyakinan bahwa keamanan wisata perlu menjadi prioritas.
Baca juga: Menpar nilai kebijakan WFA perkuat pergerakan wisatawan saat liburan
Selain terhadap sumber daya manusia pariwisata, koordinasi antar-lembaga juga akan didorong, melihat sering kali sektor pariwisata beririsan dengan tugas kementerian/lembaga lain.
“Kami ingin berkoordinasi lebih baik lagi dan apabila ada perbaikan, Kementerian Perhubungan juga harus ada perbaikan untuk memastikan semua berjalan baik dan aman,” ujarnya.
Pada peristiwa tenggelam kapal wisata KM Putri Sakinah, Jumat (26/12), di mana dari 11 penumpang hingga saat ini tujuh orang dinyatakan selamat, satu wisatawan Spanyol meninggal dunia, dan tiga wisatawan Spanyol lainnya dalam proses pencarian.
Ia menyampaikan duka cita atas kecelakaan wisatawan tersebut, sedangkan tepat setelah kejadian Kementerian Pariwisata langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.
“Waktu itu hadir Wakil Duta Besar Spanyol di Labuan Bajo untuk mendukung proses pencarian dan penanganan pascabencana, kami juga hadir di lapangan dan memantau perkembangan serta membantu Kementerian Imigrasi mendampingi korban yang salah satu anaknya dipulangkan terlebih dahulu melalui Denpasar, kemudian korban yang meninggal dunia ada sekarang di Bali,” ujarnya.
Kementerian Pariwisata mendukung seluruh proses penanganan secara humanis, bertanggung jawab, dan sudah juga mendapat respons positif dari Kedutaan Besar Spanyol di Jakarta.
Saat ini, pemerintah ingin fokus agar tiga korban lainnya di kapal pinisi tersebut segera ditemukan melalui pencarian maksimal. Namun, di samping itu langkah mitigasi juga mulai ditingkatkan jika melihat faktor cuaca atau masalah lainnya.
“Ke depannya kami akan lebih bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan karena izin pelayaran dan laik jalan sebuah kapal itu ada di Kementerian Perhubungan,” ucap Menpar Widiyanti.
Baca juga: Menpar pantau aktivitas wisata belanja hingga sejarah di Bali
Baca juga: Menpar sapa wisatawan sambil cek kunjungan di kawasan Sanur Bali
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































