Kemendikdasmen-Australia bentuk Pokja perkuat BSAN di 20 daerah

3 weeks ago 20

Jakarta (ANTARA) - Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikdasmen bersama Pemerintah Australia melalui program kemitraan INOVASI memperkuat implementasi budaya sekolah aman dan nyaman (BSAN) dengan menandatangani komitmen bersama pembentukan kelompok kerja (Pokja) di 20 kabupaten/kota.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengatakan kegiatan yang dirangkai dengan penyerahan buku berjudul Ketika Sekolah Melindungi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat implementasi kebijakan di tingkat nasional maupun daerah untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif dan berpihak pada murid.

“Sekolah menjadi tempat dimana semua orang merayakan kebersamaan. Inilah dasar kami menekankan aspek yang lebih humanis, inklusif dan partisipatif,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kemendikbudristek: Program INOVASI perlu jadi model pendidikan di NTT

Menurut Mu’ti, budaya sekolah yang aman dan nyaman tidak hanya dibangun melalui penyediaan sarana fisik yang memadai, namun juga melalui lingkungan sosial yang sehat dan hubungan yang positif antarwarga sekolah.

Karena itu, lanjutnya, kebijakan BSAN dirancang untuk melibatkan seluruh unsur pendidikan agar tercipta ekosistem sekolah yang mendukung proses belajar secara menyeluruh.

“Semuanya menjadi satu kesatuan, sehingga sekolah yang aman dan nyaman ini menjadi sebuah budaya dan peradaban baru, dimana semua anak kita belajar dengan nyaman, gembira, dan penuh semangat untuk mencapai cita-citanya,” ujar Mu’ti.

Pokja ini, kata Mu’ti, menjadi wadah koordinasi lintas sektor yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Sekretariat Daerah, Bappeda, Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta unsur terkait lainnya.

Baca juga: Kemdiktisaintek-Australia percepat inovasi riset energi berkelanjutan

Pada kesempatan yang sama, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath menyampaikan apresiasi atas komitmen Kemendikdasmen dalam memperkuat kebijakan yang memastikan setiap anak merasa aman dan terlindungi di sekolah.

Melalui program kemitraan INOVASI, katanya, Pemerintah Australia bersama Kemendikdasmen mendukung pengembangan dan uji coba Modul Pembiasaan Karakter Hebat di sejumlah daerah.

Oleh sebab itu, lanjutnya, praktik baik yang sebelumnya diterapkan di Kota Batu dan Kota Tarakan kini mulai diperluas ke lebih banyak sekolah.

“Kami menyambut baik pembentukan kelompok kerja sekolah aman dan nyaman di tingkat daerah sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat ekosistem pendidikan di daerah," ujar Gita.

Pemerintah Australia, lanjutnya, berkomitmen mendukung upaya ini, termasuk memperkuat sistem pendidikan, mendorong inklusivitas, dan membantu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas bagi semua anak.

Baca juga: Kedutaan Australia dukung transformasi pembelajaran di Lombok Tengah

Baca juga: Kemenhut sebut perlu inovasi pembiayaan program rehabilitasi mangrove

Sebagai informasi, kegiatan hari ini menandatangani komitmen bersama pembentukan Pokja BSAN di 20 kabupaten/kota dan lima provinsi mitra INOVASI.

Pada kesempatan itu, Kemendikdasmen menyerahkan buku Ketika Sekolah Melindungi: Cerita dari Sekolah Mitra INOVASI dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang memuat berbagai praktik baik sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang aman, sehat, dan inklusif.

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |