Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), berkolaborasi dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam memperkuat ekosistem pengembangan talenta nasional melalui integrasi data strategis.
Kolaborasi tersebut diperkuat dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kemdiktisaintek dan Bappenas terkait Integrasi dan Pemanfaatan Data Manajemen Talenta Nasional (MTN) pada Jumat (6/3).
Baca juga: Kepala BKN: Sistem manajemen talenta tingkatkan kompetensi ASN Maluku
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Badri Munir Sukoco dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menyampaikan bahwa integrasi data ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan talenta nasional, khususnya di bidang riset dan inovasi.
"Kami yakin banyak dosen maupun mahasiswa, baik S1, S2, maupun S3, yang nantinya dapat berkontribusi dalam pengembangan Manajemen Talenta Nasional hingga diangkat dan berkembang di level internasional," kata Badri.
Badri berharap adanya data yang telah terintegrasi dapat mendukung perencanaan pembangunan nasional sekaligus pengembangan manajemen talenta nasional secara lebih terarah dan berbasis data.
Lebih lanjut, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy juga menekankan pentingnya pengembangan talenta nasional dalam menghadapi kompetisi global yang semakin ketat.
Menurutnya, keunggulan suatu bangsa tidak hanya melalui kondisi geografis atau kekayaan sumber daya alam, tetapi terutama oleh kualitas sumber daya manusianya.
Rachmat menegaskan pengembangan talenta tidak dapat lagi dilakukan secara sporadis atau berbasis coba-coba, tetapi harus didasarkan pada kajian ilmiah, riset mutakhir, serta inovasi yang dihasilkan oleh bangsa Indonesia.
Baca juga: Komisi X harap alumni Sekolah Unggulan menjadi talenta masa depan RI
Baca juga: BRIN jadikan Sumpah Pemuda semangat kembangkan ekosistem riset RI
"Pengembangan talenta nasional perlu didukung oleh ekosistem yang kuat berbasis pendidikan, riset, dan inovasi," ujar Rachmat Pambudy.
Kerja sama ini juga sejalan dengan arah kebijakan Diktisaintek Berdampak, Kemdiktisaintek terus mendorong agar ekosistem pendidikan tinggi, sains, dan teknologi tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.
Integrasi basis data talenta nasional ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045.
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































