Jakarta (ANTARA) - Beragam peristiwa bidang ekonomi terjadi pada Rabu (19/2), mulai dari Kemenperin sebut pabrik Sanken Cikarang bakal berhenti produksi Juni, hingga Bank Indonesia (BI) tahan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Berikut sajian berita bidang ekonomi yang dirangkum ANTARA.
Kemenperin sebut pabrik Sanken Cikarang bakal berhenti produksi Juni
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan pabrik perusahaan elektronik dan peralatan rumah tangga, Sanken yang berlokasi di kawasan industri MM2100, Cikarang, berencana menghentikan produksinya pada Juni 2025.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta mengatakan berdasarkan informasi yang disampaikan perusahaan dalam online single submission (OSS), perusahaan tersebut berencana menutup basis produksinya pada pertengahan tahun.
Luhut tanggapi aksi “Indonesia Gelap”
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi aksi “Indonesia Gelap” yang menjadi kritik publik terhadap kebijakan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau ada yang bilang Indonesia gelap, yang gelap kau, bukan Indonesia,” kata Luhut dalam acara The Economic Insights 2025 di Jakarta, Rabu.
Mendag: Impor barang modal naik 1,74 persen pada Januari 2025
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut impor barang modal pada Januari 2025 mencapai 3,31 miliar dolar AS, atau meningkat 1,74 persen dari 3,26 miliar dolar AS pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
"Pada Januari 2025, hanya impor barang modal yang meningkat secara tahunan sebesar 1,74 persen. Di sisi lain, impor barang konsumsi turun 7,16 persen serta bahan baku dan penolong turun 3,15 persen," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Bank Indonesia luncurkan QRIS Tap tanpa pindai pada Maret 2025
Bank Indonesia (BI) menargetkan untuk merilis inovasi baru layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Tap yang tidak memerlukan pemindaian (scan) untuk layanan transportasi umum pada pertengahan Maret 2025.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa pihaknya berupaya untuk mempercepat peluncuran layanan tersebut dari rencana awal perilisan pada akhir triwulan I tahun ini.
BI tahan suku bunga acuan di level 5,75 persen
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) Bulan Februari 2025 pada Selasa (18/2) dan Rabu (19/2) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate tetap berada di level 5,75 persen.
Suku bunga deposit facility tetap di level 5 persen. Sedangkan suku bunga lending facility juga diputuskan untuk tetap di level 6,5 persen.
Hal tersebut diumumkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta pada Rabu.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Martha Herlinawati Simanjuntak
Copyright © ANTARA 2025