Kasatgas PRR serahkan bantuan untuk korban bencana di Pidie Jaya

2 hours ago 3
"Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-beragam (dalam pemulihan pascabencana),"

Jakarta (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selaku Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian menyalurkan bantuan untuk korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Tito bersama Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf di Gedung MTQ Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Tito mengapresiasi progres positif pemulihan pascabencana di Kabupaten Pidie Jaya. Berdasarkan pengamatannya, telah terjadi perubahan signifikan yang mulai dirasakan masyarakat, meliputi lancarnya infrastruktur jalan, normalnya arus listrik, hingga mulai dapat difungsikannya fasilitas umum.

"Nah, di samping itu, upaya-upaya yang dilakukan terus-menerus, pengerahan TNI/Polri, BNPB, beragam-beragam (dalam pemulihan pascabencana)," ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Bantuan yang diserahkan tersebut meliputi bantuan santunan ahli waris sebesar Rp15 juta untuk 56 korban meninggal dunia, bantuan bagi korban luka berat sebesar Rp5 juta untuk 23 orang, bantuan jaminan hidup (jadup) untuk 66.629 jiwa, bantuan isi hunian sementara (huntara) sebesar Rp3 juta untuk 18.839 KK, serta bantuan stimulan sosial ekonomi sebesar Rp5 juta untuk 18.839 KK.

Selain itu, Tito juga menyerahkan bantuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), di antaranya 250 paket perlengkapan ibadah, bantuan dump truck, ekskavator, dan backhoe loader. Proses penyaluran bantuan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Tito sebelum menutup Khanduri Nuzulul Qur'an Aceh Ramadan Festival 2026 di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.

Tito menegaskan, Presiden RI Prabowo Subianto sejak awal telah memberikan atensi serius terhadap bencana yang melanda tiga provinsi di Sumatera.

Bahkan, pasca terjadinya bencana, Tito sempat mengusulkan pemberian bantuan dana darurat sebesar Rp2 miliar kepada Presiden untuk 52 kabupaten/kota terdampak bencana di Sumatera. Usulan tersebut disambut positif oleh presiden dengan menambah anggaran menjadi Rp4 miliar untuk masing-masing daerah.

Di samping itu, pemerintah juga mengerahkan sejumlah bantuan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Sosial (Kemensos), dan pemerintah daerah (Pemda). Dengan bantuan tersebut, diharapkan progres pemulihan dapat dipercepat, terutama melalui upaya penanganan oleh Pemda.

"Yang tidak mampu tetap ditangani pusat. Di pusat saya sampaikan kepada Pak Wagub, Pak Gubernur, kita sudah rapat. Pada waktu di Kemenko PMK, Bappenas sudah menyampaikan angka lebih kurang Rp53 triliun untuk pemulihan ke depan," imbuhnya.

Di sisi lain, proses pemulihan juga terus dilakukan untuk jangka panjang. Misalnya, perbaikan jalan yang diproyeksikan akan dibangun secara permanen. Kemudian hunian tetap (huntap) yang akan dikerjakan secara menyeluruh sembari memastikan perkembangan laporan dan akurasi data yang dikirimkan oleh Pemda.

"Cepatnya huntap, salah satunya itu adalah adanya data. Kalau datanya ada, lengkap, saya segera akan melakukan eksekusi. Saya akan koordinasi kepada BNPB dan Menteri Perumahan, Pak Maruarar Sirait. Beliau berdua sudah menunggu," tuturnya.

Baca juga: Kasatgas PRR pastikan percepatan pemulihan pascabencana di Pidie Jaya

Baca juga: Mendagri cek kesiapan huntara di Kabupaten Pidie Jaya

Baca juga: Mendagri dorong optimalisasi huntara bagi pengungsi di tenda

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |