Kadin upayakan forum ABAC jadi momentum perkuat perdagangan Indonesia

3 hours ago 6
ABAC ini spesial karena dihadiri negara-negara yang secara global terlihat saling bersaing, seperti Amerika Serikat, China, Kanada dan Rusia

Jakarta (ANTARA) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong pemanfaatan pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) Business Advisory Council (ABAC) sebagai momentum strategis untuk memperkuat dan memperluas perdagangan Indonesia dengan berbagai negara mitra.

Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie usai melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso di Jakarta, Senin.

Dalam pernyataannya Anindya menyatakan rencana pelaksanaan ABAC Meeting I di Jakarta pada 7–9 Februari 2026. Forum ini dinilai memiliki nilai strategis karena akan dihadiri perwakilan dunia usaha dari 21 negara anggota APEC.

‎“ABAC ini spesial karena dihadiri negara-negara yang secara global terlihat saling bersaing, seperti Amerika Serikat, China, Kanada dan Rusia, serta negara-negara ASEAN dan Asia Timur. Masing-masing negara membawa tiga perwakilan dunia usaha dengan level pimpinan,” ujar Anindya.

‎‎Ia menegaskan kehadiran para pemimpin bisnis tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai forum diskusi ABAC, tetapi juga sebagai ajang konkret untuk memperluas jejaring dan kerja sama perdagangan melalui kegiatan business matching.

‎‎“Kami laporkan kepada Menteri Perdagangan bahwa momentum ini bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama perdagangan Indonesia dengan berbagai negara, termasuk Eropa, Kanada dan kawasan Eurasia. Ini kolaborasi konkret antara pemerintah dan dunia usaha,” ucap dia.

‎Selain membahas ABAC, Anindya juga menyoroti pentingnya pembentukan Business Council dalam setiap kerja sama Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang telah ditandatangani Indonesia.

Menurut dia, mekanisme tersebut diperlukan untuk mengawal implementasi CEPA, khususnya dari sisi perdagangan.

‎“Selama ini belum ada Business Council yang secara khusus mengawal implementasi CEPA, terutama dari sisi perdagangan. Padahal, selain investasi, perdagangan juga perlu didorong. Contohnya, kita sudah punya Business Council dengan India dan Prancis, dan ke depan bisa dibentuk dengan Uni Eropa, Eurasia, maupun Kanada,” kata Anindya lagi.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi keberadaan platform online business matching milik Kementerian Perdagangan yang dinilai efektif dalam mendukung pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk menembus pasar global.

Selain itu, Kadin juga mendorong Indonesia untuk mengambil peran lebih besar sebagai pusat perdagangan kopi dunia, mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen utama global.

‎‎“Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Kolombia. Kita punya arabika, robusta, hingga kopi luwak. Ke depan, pusat perdagangan kopi idealnya juga bisa berada di Indonesia," katanya.

Baca juga: Kadin siapkan 4 agenda strategis pacu ketahanan ekonomi nasional

Baca juga: Kadin usulkan insentif hingga deregulasi industri furnitur ke Purbaya

Baca juga: Kadin: PP Pengupahan perlu dibarengi naiknya produktivitas dan insentif

Pewarta: Ahmad Muzdaffar Fauzan
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |