Jakarta (ANTARA) - Penyerang sayap Selandia Baru Elijah Just ingin membawa skuadnya mengukir sejarah di Piala Dunia 2026 dengan lolos dari fase grup.
"Kami ingin lolos dari fase grup, itu belum pernah terjadi dalam sejarah Selandia Baru di Piala Dunia," ujar Just dikutip dari laman resmi Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA), Jumat.
Sepanjang sejarah, Selandia Baru hanya tiga kali mengikuti Piala Dunia pada edisi 1982, 2010 dan 2026. Namun, pada 1982 dan 2010, mereka selalu gagal melaju ke babak gugur dan bahkan belum pernah merasakan satu pun kemenangan.
Baca juga: Gattuso akui Italia kesulitan meski menang 2-0 atas Irlandia Utara
Baca juga: Kalahkan Romania, Turki selangkah lagi melaju ke Piala Dunia 2026
Catatan itu membuat Just semakin termotivasi. Dia yakin timnas Selandia Baru saat ini memiliki kemampuan untuk bermain di level tertinggi.
"Kalau ingin beranjak dari fase grup, kami harus memenangkan pertandingan pertama kami sepanjang sejarah. Kami memiliki keyakinan tinggi di tim. Kami percaya mampu melakukannya," tutur dia.
Sebelum tampil di Piala Dunia 2026, Selandia Baru harus menjalani laga pemanasan di Seri FIFA menghadapi timnas Finlandia dan Chile di Auckland, Selandia Baru.
Selandia Baru sendiri takluk dua gol tanpa balas ketika berjumpa Finlandia pada Jumat.
Untuk mengunci tempat di Piala Dunia 2026, Selandia Baru mengakhiri Grup B kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Oseania, yang juga diisi Tahiti, Vanuatu dan Samoa, di posisi pertama. Mereka pun melaju ke putaran akhir atau ketiga.
Pada fase pamungkas itu, Selandia Baru berhadapan dengan Fiji di semifinal dan menang dengan skor 7-0. Di final, mereka menumbangkan Kaledonia Baru dengan skor 3-0. Selandia Baru pun tampil Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko.
Baca juga: Bolivia ke final play-off Kualifikasi Piala Dunia 2026
Baca juga: Italia tantang Bosnia-Herzegovina, Turki jumpa Kosovo
Pewarta: Farras Ziyad Muhammad
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































