Jelang puncak haji, Timwas DPR imbau jamaah kurangi aktivitas berat

1 month ago 32

Jakarta (ANTARA) - Tim Pengawas Haji 2026 DPR RI mengimbau jamaah calon haji Indonesia untuk mengurangi aktivitas berat dan menjaga kesehatan menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Kami ingin memastikan ketika jamaah berada di hotel masing-masing, mereka tetap bisa memaksimalkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan untuk persiapan puncak haji," kata anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Hidayat Nur Wahid sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan berkumpulnya sekitar 241 ribu jamaah Indonesia di Makkah menjelang puncak haji berpotensi menimbulkan kepadatan tinggi. Situasi tersebut harus diantisipasi dengan pengelolaan mobilitas dan kondisi kesehatan jamaah yang baik.

Timwas akan memastikan kesiapan skema murur bagi jamaah lanjut usia dan berisiko tinggi demi keamanan dan ketertiban ibadah.

Selain itu, Timwas juga akan mengawasi kesiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam mendata jamaah yang mengikuti murur maupun yang tetap menjalani mabit di Muzdalifah dan Mina secara reguler.

"Siapa yang akan murur dan tidak murur harus dipastikan mendapatkan perhatian proporsional dari PPIH," katanya menegaskan.

Baca juga: Timwas Haji DPR antisipasi krisis konsumsi dan kepadatan di Armuzna

Di samping itu, Hidayat mengingatkan pentingnya kesiapan layanan transportasi dan perkemahan karena dua sektor tersebut dinilai menjadi titik rawan saat jutaan jemaah bergerak menuju Armuzna.

Ia menekankan persoalan transportasi menjadi perhatian utama mengingat pengalaman terdahulu. DPR tidak ingin persoalan keterlambatan armada seperti pada pelaksanaan haji sebelumnya kembali terulang.

"Kami ingin memastikan transportasi menuju Arafah, kemudian ke Mina, dan kembali ke Makkah betul-betul diprioritaskan. Jangan sampai terjadi kasus-kasus lama, pemberangkatan jemaah terhambat karena transportasi tidak tepat waktu," ucapnya.

Selain transportasi, Timwas Haji DPR turut mengecek kesiapan tenda dan fasilitas di Arafah serta Mina.

Menurut dia, kesiapan sarana tersebut sangat menentukan kelancaran pelaksanaan wukuf dan lempar jamrah.

"Tenda di Arafah maupun Mina harus benar-benar siap agar jemaah bisa melaksanakan rukun Islam kelima ini dengan maksimal dan paripurna," tuturnya.

Baca juga: Timwas DPR: Angka jamaah wafat menurun, skrining berjalan baik

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |