Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menerapkan metode tangkap, steril dan lepas kembali (Trap-Neuter-Return/TNR) dalam kegiatan sterilisasi kucing liar di kawasan Cilandak.
"Hari ini sterilnya kita pakai metode TNR atau Trap-Neuter-Return. Artinya, kucing liar kita tangkap untuk disteril, kemudian dikembalikan lagi ke tempat asalnya setelah disteril," kata Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini di Jakarta, Jumat.
Irawati mengatakan sterilisasi kucing liar yang dilakukan di Balai Warga RW 05, Jalan Keuangan I, Kelurahan Cilandak Barat, Kecamatan Cilandak itu untuk mengendalikan populasi kucing sebagai hewan penular rabies (HPR) di lingkungan permukiman warga.
Baca juga: Jaksel lakukan sterilisasi ratusan kucing lokal untuk tekan populasi
Sterilisasi kucing liar itu dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Peduli Lingkungan Indonesia (YPLI) dan pengurus lingkungan setempat.
"Target sterilisasi hari ini sebanyak 25 ekor kucing liar jantan di lingkungan RW 05, RW 08, dan di Pasar Made. Jika kita dapatkan kucing liar melebihi kuota akan tetap kita sterilisasi," ujarnya.
Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Cilandak Barat, Kania menuturkan, sterilisasi ini diharapkan dapat mengatasi permasalahan populasi kucing.
"Mudah-mudahan ke depannya sterilisasi kucing liar ini bukan hanya menyasar kucing jantan saja, tapi kucing betina juga bisa disterilisasi," ucap Kania.
Baca juga: KPKP Jaksel sterilisasi hewan liar dengan membidik kucing lokal
Sudin KPKP Jakarta Selatan selama 2024 telah melakukan sterilisasi 1.634 ekor kucing lokal yang melampaui target 544 persen dan vaksinasi 11.586 ekor HPR dengan capaian target 119 persen.
Anggaran Sudin KPKP Jakarta Selatan pada 2024 sebanyak Rp6.812.046.464 dan realisasi sebesar Rp6.736.090.903 atau 98,88 persen.
Pewarta: Luthfia Miranda Putri
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2025