Jakarta harus tingkatkan antisipasi banjir

3 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Bun Joi Phiau mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI harus meningkatkan antisipasi menghadapi banjir karena fenomena tersebut mengakibatkan gangguan terhadap aktivitas warga.

"Kita seringkali luput bersiap-siap ketika sudah ada tanda-tanda akan terjadinya hujan besar, di mana tidak jarang itu kemudian disertai dengan banjir," kata Bun di Jakarta, Senin.

Menurut dia, hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya mengakibatkan banjir di beberapa titik yang berada di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Bun mengatakan bahwa seringkali pemerintah luput bersiap ketika sudah ada tanda-tanda akan terjadinya hujan besar yang mengakibatkan banjir.

Karena itu, seharusnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) sudah bersiap. Namun ketika hari ini Jakarta diguyur hujan deras dan mengakibatkan banjir di beberapa tempat pemerintah, seolah-olah tidak siap menghadapi situasinya.

"Jadi, saya pikir Pemprov DKI harus bisa lebih siap lagi," ujarnya.

Baca juga: Mobil amfibi Damkar evakuasi korban banjir di Cengkareng Jakbar

Baca juga: 282 warga Jakut mengungsi akibat banjir

Bun meminta agar Pemprov DKI Jakarta melakukan persiapan seperti biasa dengan memperhatikan ketersediaan pompa air dan perlengkapan evakuasi lainnya.

Di sisi lain, dia juga mendorong agar Pemprov DKI Jakarta bekerja lebih proaktif lagi dalam menghadapi musim hujan yang durasinya menjadi tidak menentu akibat perubahan iklim.

"Mungkin, pengerukan kali juga perlu diintensifkan lagi. Karena perubahan iklim, kapan waktu turunnya hujan kini menjadi semakin tidak menentu. Bisa terjadi kapan saja," katanya.

Artinya, kata dia, kali-kali atau sungai, got-got dan saluran-saluran air harus bersih dan lancar setiap waktunya agar airnya tidak tersumbat.

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |