Teheran (ANTARA) - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi dan Perdana Menteri (PM) Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani membahas terkait pelaksanaan nota kesepahaman untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran, demikian dilaporkan lembaga penyiaran radio dan televisi Iran, IRIB, Rabu.
Gharibabadi memimpin delegasi Iran yang terdiri atas perwakilan dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Bank Sentral, dan Kementerian Pertanian.
Kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai proses implementasi nota kesepahaman tersebut serta tantangan yang akan dihadapi dalam pelaksanaannya. Selain itu, dibahas pula soal strategi untuk mempercepat pelaksanaan nota kesepahaman AS-Iran tersebut.
Pembicaraan trilateral antara Iran, Qatar, dan Pakistan juga berlangsung, dengan fokus pada implementasi nota kesepahaman tersebut, demikian dilaporkan IRIB.
Gharibabadi mengatakan konsultasi masih berlanjut dalam kelompok kerja yang dibentuk setelah pembicaraan Iran-AS di Swiss. Para mediator berupaya menentukan waktu dan tempat untuk negosiasi kesepakatan akhir, yang rencananya akan dimulai setelah semua syarat terpenuhi.
Pada Kamis dini hari (18/6), AS dan Iran telah menandatangani secara jarak jauh sebuah nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik militer yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
Dokumen itu juga menetapkan tenggat waktu bagi AS untuk mencabut blokade lautnya terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Sumber: Sputnik
Baca juga: Iran tak mau negosiasi dengan AS sebelum ketentuan pada MoU dipenuhi
Baca juga: Vance: Kesepakatan AS-Iran dan Lebanon-Israel jamin keutuhan Lebanon
Baca juga: AS minta komitmen Iran tak kembangkan senjata nuklir
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































