Indonesia dinilai berada di jalur yang tepat dorong transisi energi

6 hours ago 3
...Indonesia berada di arah yang benar

Abu Dhabi (ANTARA) - Masdar, perusahaan energi terbarukan Uni Emirat Arab, menilai Indonesia berada di jalur yang tepat dalam mendorong transisi energi bersih untuk mencapai keberlanjutan dan target netral karbon.

Chief Operating Officer (COO) Masdar Abdulaziz Alobaidli, dalam wawancara dengan media di Abu Dhabi, Senin, menyebut karakteristik geografis Indonesia yang beragam serta kepadatan penduduk memang menjadi tantangan tersendiri dalam penyediaan ruang untuk proyek energi terbarukan, khususnya energi surya skala besar.

Namun, kondisi tersebut menurutnya justru mendorong lahirnya inovasi, salah satunya pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung di Waduk Cirata.

“Proyek PLTS terapung pertama di Cirata telah beroperasi dua tahun dan hasilnya jauh melampaui ekspektasi,” ujar Alobaidli.

Menurut dia, keberhasilan proyek tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan permukaan waduk dapat menjadi solusi strategis untuk mempercepat bauran energi bersih.

Ia menambahkan bahwa pemerintah Indonesia, PLN, dan lembaga lingkungan terkait menunjukkan sikap adaptif dalam mendukung inovasi tersebut.

Baca juga: IRENA: Keluarnya AS tak pengaruhi komitmen transisi energi di ASEAN

Pemerintah disebut telah menyesuaikan regulasi dengan menaikkan batas pemanfaatan permukaan waduk atau danau untuk PLTS terapung dari 5 persen menjadi 20 persen. Kebijakan ini dinilai tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan kelestarian lingkungan.

“Dengan aturan baru ini, kami dapat memperluas proyek PLTS Cirata hingga tiga kali lipat. Saat ini kami memasuki fase pengembangan dan tengah menyiapkan proposal kepada PLN,” katanya.

PLN juga disebutnya telah menjalankan beberapa proses lelang proyek energi surya dengan total kapasitas mendekati 1 gigawatt, yang menunjukkan percepatan pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

Menurut Alobaidli, komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan semakin terlihat melalui berbagai langkah konkret, termasuk pemanfaatan danau dan lahan yang tersedia untuk mendukung proyek energi bersih.

Baca juga: CERAH: Indonesia perlu cari alternatif pembiayaan transisi energi

“Indonesia berada di arah yang benar. Pemerintah dan para pemangku kepentingan mampu menemukan solusi untuk mengatasi keterbatasan lahan dan tetap mendorong transisi energi,” ujarnya.

Pada Januari 2020, Masdar menandatangani perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan PT PLN Nusantara Renewables, anak usaha PT PLN (Persero), untuk membangun PLTS terapung di Cirata.

PLTS terapung berkapasitas 145 megawatt (MW) tersebut—yang menjadi proyek floating PV pertama Masdar sekaligus proyek energi terbarukan perdananya di Asia Tenggara—dibangun di atas area seluas 250 hektare di Waduk Cirata, Jawa Barat.

PLTS yang mulai beroperasi pada 2023 tersebut menghasilkan energi bersih yang cukup untuk memasok listrik bagi 50.000 rumah, sekaligus menurunkan emisi karbon hingga 214.000 ton per tahun.

Pada April 2025, Masdar dan PLN kembali menandatangani perjanjian untuk memperluas kapasitas PLTS Terapung Cirata sebesar 500 MW.

Baca juga: Wakil Ketua MPR: Krisis iklim tuntut percepatan transisi energi

Baca juga: PLN IP borong Apresiasi Aneka Energi Baru 2025, komit transisi energi

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |