Jakarta (ANTARA) - Ikatan Keluarga Alumni Universitas Bung Karno (IKA UBK) menyampaikan permohonan maaf dan mengeluarkan pernyataan sikap, termasuk sanksi tegas terkait oknum mahasiswa UBK yang diduga menerima suap setelah melakukan aksi unjuk rasa dan bertemu Wakil Presiden di Istana Negara.
Dewan Penasihat IKA UBK, Achmad Boim, menyatakan bahwa tindakan oknum yang mengatasnamakan mahasiswa UBK tersebut merupakan kesalahan fatal yang sangat memalukan karena dilakukan secara sadar dan sengaja demi kepentingan pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Kami IKA UBK secara resmi meminta maaf kepada seluruh mahasiswa dan rakyat Indonesia atas kejadian oknum yang mengatasnamakan mahasiswa UBK, yang telah melakukan kesalahan sangat memalukan secara sadar dan sengaja menerima uang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dalam aksi demonstrasi usai bertemu Wapres di Istana Negara," katanya dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Merespons kegaduhan tersebut, IKA UBK juga mendesak pihak rektorat untuk mengambil langkah konkret dan tegas demi menjaga marwah institusi pendidikan.
"Kami meminta secara tegas kepada pihak rektorat agar memanggil dan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan kepada seluruh mahasiswa yang terlibat suap dari pihak tertentu," ujarnya.
Selain itu, Boim juga mendesak rektorat segera membentuk tim independen guna mengusut tuntas keterlibatan para mahasiswa yang mencederai gerakan moral tersebut.
Tidak hanya kepada pihak internal kampus, Boim juga menyoroti perlunya transparansi dari pihak otoritas negara dan aparat penegak hukum demi memulihkan nama baik universitas.
"Kami IKA UBK mendesak komitmen pihak Istana Wapres melakukan klarifikasi yang transparan agar mengusut tuntas pelaku pihak kepolisian yang memberikan suap kepada mahasiswa UBK guna mengembalikan citra kampus UBK," tegasnya.
Sebagai ikatan alumni dari universitas yang menyandang nama besar Proklamator RI, Boim mengingatkan bahwa UBK membawa ideologi Soekarno sebagai tokoh besar yang menyatukan dan membela rakyat.
Oleh karena itu, ke depan IKA UBK berkomitmen akan memperketat kontrol serta konsisten mengedepankan gerakan moral berbasis hati nurani di lingkungan kampus.
Boim juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa aktif maupun alumni UBK di mana pun berada untuk tetap bersatu, tenang, dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja menciptakan kegaduhan.
"IKA UBK meminta kepada seluruh adik-adik mahasiswa UBK tetap bersatu menjadi garda terdepan dan konsisten kritis membela perjuangan rakyat bersama mahasiswa di seluruh Indonesia," katanya.
Baca juga: IKA UBK kecam oknum BEM terima uang pemindahan lokasi demonstrasi
Baca juga: Anggota DPR minta Polri usut polemik pemberian uang ke mahasiswa UBK
Baca juga: Pengamat sebut demonstrasi bayaran dapat rusak demokrasi
Pewarta: Ilham Kausar
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































