Jakarta (ANTARA) - Ekonom Keuangan dan Praktisi Pasar Modal Hans Kwee mengatakan delapan rencana aksi reformasi dan hasil pertemuan dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI), menjadi sentimen positif yang mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak rebound (berbalik menguat).
IHSG terpantau berbalik menguat sebesar 119,11 poin atau 1,50 persen ke posisi 8.041,84 pada perdagangan sesi I pukul 11.20 WIB hari ini, Selasa (03/02).
“Dalam negeri, hasil rencana reformasi integrasi dan hasil pertemuan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan SRO (Self Regulatory Organization (SRO) dengan MSCI menjadi sentimen positif. Harusnya masalah MSCI dapat segera selesai,” ujar Hans saat dihubungi oleh Antara di Jakarta, Selasa.
Hans menjelaskan, pelemahan yang terjadi pada IHSG di awal perdagangan sesi I, merupakan sentimen lanjutan dari sikap investor domestik yang panic selling pada perdagangan hari sebelumnya, Senin (02/02).
'Baca juga: Pengamat: Free float saham 15 persen guna penuhi standar internasional
Pada perdagangan kemarin, menurutnya, investor domestik khususnya ritel masih berada dalam situasi khawatir terkait dengan potensi lanjutan arus modal keluar investor asing (foreign outflow).
Namun demikian, investor asing tercatat secara akumulasi melakukan aksi bersih bersih (net buy) senilai Rp654,9 miliar pada perdagangan Senin (02/02) kemarin.
“Kemarin juga ada faktor penunjukan Kevin Warsh oleh Trump (Presiden AS Donald Trump). Ini membuat dolar AS menguat dan emas turun banyak. Kemarin saham emas dan mining melemah semua. Sentimen ini berkurang di pasar hari ini,” ujar Hans.
Hasil pertemuan dengan MSCI kemarin, OJK memaparkan siap meningkatkan transparansi pasar modal dengan pengungkapan kepemilikan saham hingga di atas 1 persen, serta penerapan klasifikasi investor yang lebih granular dari sebelumnya tujuh sub-tipe investor menjadi 27 sub-tipe investor
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































