Bandung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menerapkan pembelajaran secara daring terhadap tiga sekolah dasar yang terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat Asep Dendih mengatakan tiga sekolah tersebut yakni SD Negeri Karya Bakti, SD Negeri Pasirlangu 1, dan SD Negeri Cinta Bakti.
“Mereka tidak libur, tetapi belajar secara daring karena lokasi sekolah dekat dengan posko, ada yang digunakan untuk dapur umum dan tempat logistik,” kata Asep di Bandung Barat, Selasa.
Ia menjelaskan pembelajaran jarak jauh akan berlangsung hingga status tanggap darurat bencana berakhir pada 6 Februari 2026. Pihaknya berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilakukan secara tatap muka setelah masa darurat selesai.
“Berlaku sampai masa darurat nanti. Mudah-mudahan pekan depan sudah bisa belajar tatap muka lagi,” ujarnya.
Baca juga: Kemenag akan renovasi madrasah-pesantren terdampak longsor di Cisarua
Asep mengungkapkan terdapat dua peserta didik yang meninggal dunia akibat longsor yang menerjang Desa Pasirlangu pada Sabtu (24/1).
“Untuk korban ada dua siswa yang meninggal dunia. Tentu kami turut berbelasungkawa,” katanya.
Terkait bantuan, Asep menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, serta instansi terkait telah menyiapkan skema bantuan bagi warga maupun peserta didik yang terdampak bencana.
“Pemerintah sudah menyiapkan santunan bagi korban meninggal dan bantuan lainnya. Dari Dinas Pendidikan juga memberikan bantuan bagi siswa yang terdampak langsung,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan sekolah serta aparat setempat untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan sekaligus menjaga keselamatan siswa selama masa penanganan bencana.
Baca juga: Tim SAR evakuasi 83 kantong jenazah longsor Cisarua
Baca juga: Pencarian korban longsor Bandung Barat diperluas dengan 18 alat berat
Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































