HSBC proyeksikan IHSG tembus 9.700 di 2026 

4 hours ago 5
Kami memiliki target indeks (IHSG) 9.700, naik dari level saat ini sekitar 8.600 atau sekitarnya

Jakarta (ANTARA) - Chief Asia Equity Strategist HSBC Investment Global Research Herald van der Linde memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menyentuh level 9.700 pada tahun 2026.

Ia menilai terdapat prospek positif di pasar saham Indonesia, namun tetap ada risiko terkait dengan volatilitas nilai tukar (kurs) rupiah ataupun arus modal masuk/keluar investor asing.

“Kami memiliki target indeks (IHSG) 9.700, naik dari level saat ini sekitar 8.600 atau sekitarnya. Jadi ada prospek yang baik, kami percaya ada potensi kenaikan yang baik di pasar saham Indonesia. Dan risikonya bisa berupa fluktuasi mata uang, bisa juga arus global,” ujar Herald dalam acara bertajuk “Outlook Makro Ekonomi dan Prospek Investasi Indonesia 2026” di Jakarta, Senin.

Herald menjelaskan potensi penguatan IHSG seiring dengan perbaikan Price to Earnings Ratio (PE Ratio) Rating untuk ekuitas pasar saham Indonesia secara umum, serta adanya ekspektasi meningkatnya kinerja Laporan Keuangan (L/K) Tahun Buku 2025 berbagai perusahaan tercatat (emiten).

Di sisi lain, untuk mencapai level proyeksi tersebut, menurutnya tetap memerlukan sentimen dari tingkat global untuk menopangnya, yang mana penguatan saham- saham perusahaan berbasis Artificial Intelligence (AI) di Bursa saham global dapat menarik penguatan IHSG.

“Mungkin, sentimen cooling di AI, atau setidaknya orang-orang melihat lebih jauh atau hanya sekedar eksposure di Korea, Taiwan, yang telah menjadi cerita selama enam hingga sembilan bulan terakhir,” ujar Herald.

Untuk tahun 2026, BEI tidak menargetkan capaian IHSG, namun menargetkan rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp14,5 triliun, dengan sebanyak 50 Initial Public Offering (IPO) baru, serta penambahan 2 juta investor baru.

Data penutupan perdagangan pada Senin (12/01) sore, IHSG ditutup melemah 52,03 atau 0,58 persen ke posisi 8.884,71. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 1,43 poin atau 0,17 persen ke posisi 866,55.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 5.072.603 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 74,40 miliar lembar saham senilai Rp40,10 triliun. Sebanyak 279 saham naik, 435 saham menurun, dan 97 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: IHSG ditutup melemah seiring profit taking di tengah minimnya katalis

Baca juga: OJK: Optimisme IHSG ke 10.000 perlu fundamental ekonomi yang solid

Baca juga: IHSG tembus 9.000, Purbaya yakin tren penguatan berlanjut di 2026

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |