Jakarta (ANTARA) - Harga batu bara acuan (HBA) periode I Februari 2026 naik menjadi 106,11 dolar AS per ton, dari yang sebelumnya 104,03 dolar AS per ton pada periode II Januari 2026.
Dikutip dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diakses dari Jakarta, Selasa, harga komoditas batu bara naik dari 104,03 dolar AS per ton pada periode II Januari, menjadi 106,11 dolar AS per ton pada periode I Februari 2026.
Selain HBA dengan nilai kalor 6.322 kcal/kg yang mengalami peningkatan, harga batu bara acuan (HBA) I, II, dan III juga turut mengalami perubahan.
Data tersebut termaktub dalam Keputusan Menteri ESDM, yang membagi HBA menjadi empat kategori berdasarkan nilai kalori batu bara.
Baca juga: Purbaya: Tarif bea keluar batu bara berkisar 5 hingga 11 persen
Nilai HBA, HBA I, HBA II dan HBA III untuk Periode Pertama November 2025 yang berlaku untuk tanggal 1 Februari–14 Februari 2026 adalah sebagai berikut:
1. HBA (6.322 GAR): 106,11 dolar AS per ton (naik apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 102,03 dolar AS);
2. HBA I (5.300 GAR): 73,96 dolar AS per ton (naik apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 71,61 dolar AS);
3. HBA II (4.100 GAR): 48,21 dolar AS per ton (turun apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 48,39 dolar AS);
4. HBA III (3.400 GAR): 35,83 dolar AS per ton (naik apabila dibandingkan HBA Periode II Januari 2026 sebesar 35,38 dolar AS).
Pada awal 2026, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, pihaknya akan memangkas produksi batu bara menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, turun nyaris 200 ton dibandingkan produksi batu bara pada 2025 sebesar 790 juta ton.
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































