Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan pembatasan penggunaan gawai untuk mengakses media sosial bagi siswa di daerah itu sudah dijalankan sejak awal demi melindungi anak dari dampak negatif medsos atau internet.
"Alhamdulillah Pak Menteri (Mendikdasmen Abdul Mu'ti), Sulawesi Selatan ini telah memperlakukan sejak awal menjabat. Saya sudah membatasi gadget (gawai) anak sekolah untuk di sekolah, tidak dipakai di sekolah," ujarnya pada Syawalan Muhammadiyah Sulsel yang dihadiri Mendikdasmen Abdul Mu'ti di Makassar, Sabtu.
Ia mengaku beberapa waktu lalu telah memerintahkan kepada kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel untuk melaksanakan program pembatasan penggunaan gadget karena melihat kenyataan bahwa banyak anak yang kemudian lebih banyak main gawai ketika pembelajaran.
Ia juga memberikan apresiasi atas keluar aturan tentang pembatasan penggunaan media sosial, khususnya bagi anak yang berusia di bawah 16 tahun.
"Kami terima kasih banyak penegasan dan penguatan dari Bapak Menteri, mudah-mudahan bisa berlaku untuk seluruh anak kita. Karena ini yang dapat manfaat adalah kita semuanya," ujarnya di hadapan ribuan warga Muhammadiyah Sulsel.
Baca juga: Pakar: Pembatasan medsos anak harus disertai literasi digital
Kepala Disdik Sulsel Iqbal Nadjamuddin mendukung penerapan aturan khususnya implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) demi melindungi masa depan anak.
Meski demikian, Disdik Sulsel tetap mendorong pemanfaatan teknologi dalam proses pendidikan. Digitalisasi pembelajaran dinilai penting untuk mendukung kualitas pendidikan, selama penggunaannya tetap berada dalam pengawasan.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi menekankan pentingnya peran perempuan dalam menjaga ketahanan digital keluarga di tengah derasnya arus teknologi informasi yang membawa peluang sekaligus risiko.
“Di era digital ini, kita diperhadapkan dengan tantangan baru yang memerlukan kecermatan, etika, dan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial dan perangkat digital,” ujarnya.
Baca juga: KPPAD Bali dukung pelindungan ruang digital anak buntut banyak kasus
Baca juga: Bupati Banyumas: Pembatasan medsos anak ciptakan ruang digital aman
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































