Jakarta (ANTARA) - Ketum Pengurus Pusat FPTI Yenny Wahid, mengaku sudah melaporkan kasus dugaan kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang melibatkan mantan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia Hendra Basir, ke International Federation of Sport Climbing (IFSC).
"Ketika sudah ada dugaan harus dilaporkan ke IFSC," kata dia dalam Konferensi Pers Pengenalan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 menuju Asian Games 2026, di lokasi pelatnas tim panjat tebing Indonesia, di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu.
Dia menjelaskan, laporan itu sudah sesuai dengan prosedur yang ada di IFSC, sehingga FPTI telah terikat untuk mengikuti atau menjalankannya.
Baca juga: PP FPTI libatkan UN Women untuk transformasi pembinaan atlet
Lebih lanjut dia menjelaskan, laporan itu merupakan bentuk komitmen FPTI untuk menyelesaikan kasus tersebut dan menyampaikannya kepada induk organisasi yang menaungi.
Yenny menambahkan, setelah adanya laporan dari para atlet terkait dugaan tindakan negatif tersebut, federasi nasional itu kini tengah fokus melindungi hak dan keamanan korban.
"Tim pencari fakta (TPF) kami juga sedang bekerja mengumpulkan bukti dan dalam waktu dekat juga memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan," ujar dia.
Menurut Yenny, fokus utama yang dilakukan adalah melindungi privasi dari para korban. Sebab, kasus seperti itu sangat sensitif bagi korban maupun keluarganya.
Baca juga: PP FPTI umumkan tim pelatih untuk pelatnas panjat tebing Indonesia
Selain fokus untuk menyelesaikan kasus itu, FPTI juga tidak ingin proses penyelenggaraan pembinaan atlet di pemusatan latihan nasional (pelatnas) menjadi terganggu.
Agenda-agenda nasional dan internasional, tambah dia, juga menanti di depan mata seperti kejuaraan nasional, kejuaraan dunia, dan persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi-Nagoya di Jepang.
Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia telah membentuk tim pencari fakta (TPF) sejak awal Februari terkait pelatih kepala Hendra Basir, yang diduga melakukan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual kepada para atlet.
Sekum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro, Selasa (24/2), menyatakan sejak awal federasi berkomitmen untuk tidak menoleransi segala macam persoalan yang menyangkut kekerasan kepada perempuan, anak, dan pelecehan seksual.
Baca juga: Hendra Basir bantah telah lakukan pelecehan seksual kepada atlet
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































