Abu Dhabi (ANTARA) - Di tengah situasi ketidakpastian akibat penutupan sementara wilayah udara di kawasan Timur Tengah, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Persatuan Emirat Arab, Judha Nugraha, turun langsung menemui sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang masih tertahan di Abu Dhabi.
Pada Selasa petang, Dubes Judha datang ke kawasan perumahan Al Reef, Abu Dhabi, untuk mengunjungi empat WNI stranded yang sementara ditampung oleh sesama WNI yang berdomisili di Abu Dhabi bernama Yuni Budi Pramudyo. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh solidaritas, mencerminkan kuatnya ikatan komunitas diaspora Indonesia di UEA dalam situasi darurat.
“Total ada 41 WNI yang stranded karena penutupan wilayah udara di UEA. Kami berkoordinasi erat dengan otoritas setempat dan juga dengan masyarakat. Sebagai contoh kami mengunjungi WNI kita yang stranded dan ditampung sesama WNI. Ini indahnya persaudaraan sesama WNI di luar negeri, saling bantu memberikan pelayanan dan perlindungan yang terbaik untuk WNI,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Dubes Judha memastikan bahwa kondisi para WNI dalam keadaan aman dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.
Baca juga: Penerbangan di UEA mulai beroperasi terbatas
Ia menegaskan KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai terus memantau perkembangan situasi keamanan dan operasional penerbangan secara intensif, serta berkoordinasi dengan otoritas setempat dan maskapai terkait untuk mencari solusi terbaik bagi para WNI yang terdampak.
“Saat ini yang terpenting adalah memastikan seluruh WNI dalam kondisi aman dan terlindungi. Kami hadir untuk memastikan tidak ada yang terabaikan,” ujar Dubes Judha dalam pertemuan tersebut.
Hingga kini, tercatat 41 WNI telah melaporkan diri kepada KBRI Abu Dhabi dan KJRI Dubai karena masih tertahan di Abu Dhabi dan Dubai akibat pembatalan maupun penundaan penerbangan.
Mereka telah didata dan dikelompokkan berdasarkan kebutuhan masing-masing, termasuk yang memiliki urgensi kepulangan karena alasan pekerjaan, keluarga, maupun kesehatan.
Pewarta: Hanni Sofia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































