Dubes Pakistan: D-8 bisa lebih aktif di bawah kepemimpinan RI

1 month ago 10

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia Zahid Hafeez Chaudhri menilai bahwa organisasi D-8 memiliki potensi menjadi organisasi yang lebih aktif dan dinamis di bawah kepemimpinan Indonesia meski pelaksanaan KTT D-8 ditunda.

“Kami memahami penundaan KTT D-8 yang akan datang karena situasi geostrategis yang sedang berlangsung. Kami berharap masalah ini, konflik ini akan segera terselesaikan dan KTT D-8 juga akan segera diadakan di Jakarta,” kata Dubes Chaudhri saat berkunjung ke ANTARA Heritage Center di Jakarta, Kamis.

Dubes Chaudhri pun mengatakan bahwa pihaknya menilai Indonesia tetap berkomitmen dalam menjalankan peran kepemimpinan D-8 guna mentransformasi organisasi tersebut menjadi lebih aktif dan dinamis.

Pada 13 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengumumkan bahwa pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ditunda hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Dalam taklimat media Kemlu di Jakarta, Direktur Kerja Sama Multilateral Tri Tharyat menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri RI Sugiono telah mengirimkan surat kepada negara mitra D-8 yang berisi penundaan pelaksanaan KTT D-8 dan seluruh rangkaian kegiatannya.

"Mengenai penetapan tanggal selanjutnya, tentunya kita akan bicarakan secara lebih detail pada saatnya. Saat ini mungkin belum waktunya karena perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah, " katanya.

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah pihak Kemlu berkonsultasi dengan Sekjen D-8, komisioner, dan para duta besar negara anggota D-8 serta para mitra di negara akreditasi masing-masing.

Indonesia memimpin keketuaan D-8 periode 2026-2027 dengan mengusung tema "Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama."

D-8 adalah organisasi kerja sama ekonomi negara berkembang yang terdiri atas Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan menjadi negara anggota terbaru yang bergabung D-8 pada Desember 2024.

Iran diserang oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, ratusan siswi, serta pejabat tinggi Iran lainnya.

Iran pun melakukan serangan balasan dengan menyerang aset-aset militer AS yang ditempatkan di negara-negara kawasan Timur Tengah dan secara efektif menutup jalur air Selat Hormuz yang mengakibatkan naiknya harga minyak dunia.

Baca juga: Indonesia tunda pelaksanaan KTT D-8

Baca juga: Ketua D-8, RI terus dorong deeskalasi di Timteng cegah konflik meluas

Baca juga: D-8 berpeluang jadi pasar alternatif di tengah kegamangan ekonomi

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |