Di rakor, Menag ingatkan efisiensi dan kurangi perjalanan dinas

4 hours ago 4
Kita diimbau untuk melakukan efisiensi, mengurangi perjalanan dinas yang sekiranya tidak diperlukan. Kegiatan yang memungkinkan sebagian pesertanya tidak hadir, bisa dilaksanakan secara daring

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengingatkan jajarannya untuk mencermati dinamika global yang tengah berkembang, mengingat situasi tersebut tidak dapat dipandang terpisah dari kebijakan nasional, termasuk dalam perencanaan anggaran kementerian.

Menag menyinggung sejumlah konflik dan ketidakstabilan politik di berbagai negara, seperti Venezuela, Iran, Sudan, Suriah, Yaman, dan Lebanon, yang berpotensi berdampak pada kondisi ekonomi dunia dan nasional, khususnya terkait harga energi dan stabilitas anggaran negara.

“Kita semua harus mengamati perkembangan isu global yang lambat laun juga akan berpengaruh pada negara kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Kebijakan Strategis di lingkungan Kemenag di Jakarta, Senin.

Baca juga: Pantau persiapan Masjid Negara, Menag: Kemenag segera berkantor di IKN

Oleh karena itu Kementerian Agama (Kemenag) diminta untuk lebih adaptif, waspada, dan responsif terhadap perubahan global yang dapat memengaruhi pelaksanaan program-program kementerian.

Di sisi lain Menag menekankan pentingnya efisiensi anggaran, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia secara khusus meminta agar perjalanan dinas dibatasi dan pelaksanaan kegiatan yang tidak mendesak dapat dilakukan secara daring.

Menag juga mengingatkan agar kebiasaan mengundang pejabat daerah ke Jakarta diminimalkan apabila koordinasi dapat dilakukan melalui teknologi komunikasi.

Baca juga: Menag RI terima bantuan kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra

​“Kita diimbau untuk melakukan efisiensi, mengurangi perjalanan dinas yang sekiranya tidak diperlukan. Kegiatan yang memungkinkan sebagian pesertanya tidak hadir, bisa dilaksanakan secara daring. Mungkin nanti kita perlu ada regulasi khusus tentang hal ini,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Rapat itu juga menyoroti kesiapan Kementerian Agama dalam menyusun dan menyajikan data yang akurat, mutakhir, dan sinkron antar-unit kerja.

Ia menegaskan data yang disampaikan kepada publik dan instansi lain harus bersifat kuantitatif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca juga: Komisi VIII DPR setujui usulan kenaikan anggaran Kemenag 2026

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |